Jakarta NAWACITA – TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang seringkali menyerukan uang negara mengalir ke luar negeri.
Dalam pernyataan tertulisnya, Juru Bicara TKN Joko Widodo KH Ma’ruf Amin, Irma Chaniago menyampaikan, capres Prabowo sudah menunjuk hidung sendiri dengan pernyataan tersebut.
Irma menegaskan, Prabowo sepertinya lupa bahwa calon wakil presiden Sandiaga Uno masuk dalam daftar Panama Papers dan Paradise Papers yang merupakan dokumen berisi daftar nama-nama yang menaruh uang di negara tax haven.
“Seharusnya, sebelum melontarkan pernyataan menuding orang lain membawa dan menyimpan kekayaan Indonesia di luar negeri, Prabowo terlebih dahulu memberikan klarifikasi atas dokumen itu,” ungkap Irma sepeti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4).
Menurut Irma, rekam jejak adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pencalonan di negara demokrasi. Sebaik apapun calon pemimpin dibungkus melalui cover agama maupun nasionalis, namun rekam jejak, baik dalam mengelola perusahaan, maupun ketaatannya dibidang hukum akan menjadi cerminan dari kebijakan yang mereka lakukan.
"Publik tidak akan lupa pidato berapi-api Prabowo tentang uang Indonesia di luar negeri yang berhubungan langsung dengan kasus Panama Papers, di mana kedua sosok, capres cawapres 02 ada di dalam kasus tersebut," ujar Irma.
Politisi Partai Nasdem ini menjelaskan, publik tentu tidak lupa terkait perusahaan Prabowo maupun Sandi yang tidak dapat melunasi kewajiban kepada karyawannya hingga mengakibatkan karyawannya terlunta-lunta.
"Pesan kami, janganlah pilih pemimpin hanya dari omongannya saja yang manis, tapi tindak tanduknya telah merugikan masyarakat dan keuangan negara, sehingga memimpin hanya demi memuaskan kepentingan pribadi maupun kelompoknya saja berlindung dengan baju agama semata, " tandasnya.
Sebelumnya, pekan lalu, hal yang sama disampaikan Solidaritas Ulama Muda Jokowi alias Samawi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyindir pernyatan Prabowo yang terkesan membuat framing bahwa pemerintah selama ini membiarkan banyak uang negara dibawa lari ke luar negeri.
Sekretaris Samawi NTB, Ustadz Muzayyin Akhiri Al-Abhar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3), juga menyebutkan, bahwa tanpa sadar, pernyataan calon presiden nomor urut 02 itu sama dengan menunjuk hidung sendiri sekaligus sebuah pernyataan paradoks.
“Padahal wakilnya Sandiaga Uno tahun 2016 dan 2017 masuk dalam daftar Panama Papers dan Paradise Papers, sebuah data yang berisikan penggelapan dan pengemplangan pajak oleh pengusaha RI di luar negeri,” ungkapnya.
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:31 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB