Jakarta NAWACITA – Minggu (24/3) kemarin, dimulai kampanye terbuka bagi pasangan calon presiden. Dalam dua hari ini, Bada Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan pelanggaran dilakukan kedua paslon.
Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengungkapkan, salah satu pelanggaran yang dilakukan adalah melibatkan anak-anak dalam kampanye. Namun Fritz tidak menyebutkan paslon mana yang melakukan pelanggaran tersebut.
"Kita lihat bahwa dari catatan itu kedua paslon sama-sama melakukan beberapa hal yang dilarang, tidak patuh lah," ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dihubungi, Senin (25/3/2019).
"Misalnya masih ada anak-anak di dalam kampanye, padahal itu kan tidak sesuai dengan komitmen kita," sambung Fritz.
Fristz pun menyebutkan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Ia mencontohkan misalnya menggunakan fasilitas negara, dalam hal ini ada mobil dinas milik pemerintah.
"Kemudian masih ada penggunaan fasilitas negara, di mana ada beberapa pejabat yang menggunakan atau mobil pemerintah," kata Fritz.
Selain itu, disebutkannya pula adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir saat kampanye. Serta kesalahan dalam penggunaan alat peraga kampanye.
"Kemudian ada ASN yang terlibat dan hadir saat kampanye, kemudian ada beberapa alat-alat peraga yang bukan alat peraga parpol," tuturnya.
Fritz juga berharap Komisi ASN (KASN) dan kementerian lembaga bisa memberi perintah tegas kepada ASN untuk tidak ikut dalam kegiatan kampanye terbuka.
"Ya kan kita sudah melakukan pengawasan. Maka kami harapkan ada kerjasama dengan KASN atau pemerintah juga. Masing-masing kementerian dan lembaga lah untuk mengeluarkan perintah tegas kepada ASN nya," ungkapnya.
Kepada seluruh perserta Pemilu 2019, Fritz berharap taat aturan, sebagaimana dengan komitmen yang telah disepakati bersama.
"Kami minta kepada semua peserta pemilu harus sesuai semuanya sama peraturan yang berlaku. Sama dengan materi dan penyampaian tata cara di rapat umum," tutupnya.
Diketahui, Hari Minggu (24/3) kemarin, Kampanye Akbar calon presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, diduga melibatkan anak-anak di bawah umur.
Berdasarkan pantauan lapangan, sejumlah orang tua para pendukung Prabowo terlihat membawa anak-anak mereka yang rata-rata didominasi emak-emak.
Sebut saja Asti, salah satu ibu-ibu yang membawa anaknya ke alun-alun tersebut, beralasan di rumah anaknya tidak ada yang menjaga, maka terpaksa dibawa ikut berkampanye.
"Tidak ada yang jaga di rumah, makanya kami bawa, kasihan kalau ditinggal, sekalian jalan-jalan dan mau liat langsung pak Prabowo," ujar Asti saat ditanya media.
Ditempatkan itu, terlihat pula tim Panitia Pengawasan Kecamatan mengawasi sembari mengabadikan gambar sejumlah emak-emak membawa anaknya ikut serta berkampanye.
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Minggu, 14 Juni 2026 | 17:27 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 17:11 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:31 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB