Sabtu, 18 Juli 2026

Musda XI Golkar Surabaya Resmi Dibuka: Momentum Konsolidasi dan Penentuan Arah Strategis 2025–2030

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:44 WIB
Pembukaan Musyawarah daerah XI DPD partai Golkar Surabaya, Selasa (12/8/2025) (Nawi)
Pembukaan Musyawarah daerah XI DPD partai Golkar Surabaya, Selasa (12/8/2025) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI, Selasa (12/8) di Wyndham hotel Surabaya. Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi internal, evaluasi kinerja, serta penetapan arah kebijakan strategis partai untuk lima tahun ke depan.

Selain itu, agenda utama Musda kali ini adalah pemilihan Ketua DPD Golkar Surabaya periode 2025–2030, yang diharapkan akan membawa semangat baru dalam memenangkan hati rakyat dan memperkuat peran Golkar dalam pembangunan Kota Surabaya.

Ketua Panitia Musda XI, Achmad Nurjayanto, dalam laporan resminya menegaskan bahwa Musda bukanlah sekadar formalitas pergantian kepemimpinan.

“Musda yang kita laksanakan hari ini merupakan forum penting untuk melakukan evaluasi kinerja lima tahun terakhir. Hal yang paling esensial adalah menetapkan arah kebijakan partai lima tahun mendatang, menyusun program strategis yang mampu memenangkan hati rakyat, dan memperkuat peran Golkar dalam pembangunan Kota Surabaya,” ujar Achmad.

Ia juga melaporkan bahwa Musda kali ini dihadiri sekitar 350 peserta dan peninjau, yang terdiri dari 8 unsur partai. Mulai dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Unsur Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Unsur DPD Partai Golkar Kota Surabaya dan Unsur Ormas pendiri Partai Golkar.

Termasuk juga ada unsur Ormas yang didirikan oleh Partai Golkar, Unsur organisasi sayap Partai Golkar, Unsur pimpinan kecamatan se-Kota Surabaya, dan Unsur pimpinan kelurahan se-Kota Surabaya

Musda XI ini sebut Achmad, menjadi istimewa karena dihadiri oleh tiga generasi Ketua DPD Golkar Surabaya, yakni Dr. H. Adies Kadir, SH, M.Hum (periode 2010–2015), H. Blegur Prijanggono (periode 2015–2020) dan H. Arif Fathoni (periode 2020–2025)

Ketiganya kini memegang jabatan strategis di legislatif tingkat kota, provinsi, dan pusat.

“Kehadiran mereka adalah bukti nyata kesinambungan kepemimpinan di Golkar Surabaya. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, dan memohon maaf jika ada kekurangan selama pelaksanaan Musda ini,” tambah Achmad.

Ketua DPD Golkar Surabaya, H. Arif Fathoni, dalam pidatonya mengingatkan bahwa Musda harus menjadi tonggak persatuan, menghindari perpecahan, dan memperkuat militansi kader.

“Tidak ada cerita partai bisa menang tanpa konsolidasi, persatuan, dan militansi. Musda XI ini harus menjadi spirit baru bagi Golkar Surabaya untuk memenangkan hati rakyat pada pemilu presiden, legislatif, dan bahkan Pilkada 2029,” tegasnya.

Arif juga menyoroti tantangan demokrasi Indonesia yang ia sebut masih berada pada tahap prosedural tanpa peningkatan kualitas. Ia mendorong penyempurnaan sistem politik nasional untuk menghindari kecurangan seperti yang banyak dikeluhkan pada Pemilu 2024.

Selain itu, Arif memaparkan peluang politik baru di Surabaya. Dengan jumlah penduduk yang kini lebih dari 3 juta jiwa, kursi DPRD Surabaya pada pemilu mendatang akan bertambah dari 50 menjadi 55 kursi.

“Pemekaran dapil adalah keniscayaan. Ini peluang agar kader Golkar semakin banyak berkarya di DPRD dan semakin banyak kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini