Minggu, 19 Juli 2026

Achmad Hidayat Bongkar Ambisi Jabatan di Balik Kekacauan Internal PDIP Surabaya

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 4 Juni 2025 | 15:25 WIB
Achmad Hidayat, Kader sekaligus mantan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Surabaya (Nawi)
Achmad Hidayat, Kader sekaligus mantan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Surabaya (Nawi)

Achmad mengaku awal dari gejolak politik ini terjadi setelah ia menolak permintaan salah satu pimpinan eksekutif di Kota Surabaya untuk mendukungnya dalam Konfercab.

Baca Juga: Usai Adi Sutarwijono Dibebastugaskan, PDIP Surabaya Tancap Gas

“Saya dipanggil ke rumahnya, diminta dukung dia. Karena saya menolak, saya diancam. Katanya nanti akan diumbar semua masalah saya. Dari situ mulai semuanya,” ujar Achmad.

Meski begitu, ia menyatakan siap menghadapi risiko. “Kalau saya salah, saya siap tanggung jawab. Tapi saya tidak terima jika kader-kader di PAC, ranting, dan anak ranting dijadikan korban demi ambisi kekuasaan,”

Achmad tak segan menyebut bahwa kekacauan ini sarat muatan ambisi pribadi sejumlah pihak.

Baca Juga: Achmad Hidayat Ajak Kibarkan Bendera PDI Perjuangan sebagai Api Ideologi di Bulan Bung Karno

“Saya tahu ada yang ingin jadi Ketua DPC, inisialnya A. Ada yang mau jadi Ketua DPRD, inisial B. Bahkan ada yang ingin naik lewat PAW, namanya AK,” ungkap Achmad secara terbuka.

Achmad menegaskan bahwa ia tidak menolak keputusan DPP yang membebastugaskannya. Ia tetap hadir dalam kegiatan resmi partai dan menghormati keputusan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

“Kami tunduk dan patuh kepada Ibu Mega. Bahkan saya tetap datang ke kantor partai, ikut upacara. Tapi kalau kader kami dibuat tidak nyaman, kami tidak bisa diam,” katanya.

Baca Juga: Bulan Bung Karno, Sedulur AH Serukan Kesetiaan Ideologis untuk Megawati

Dengan nada penuh emosi, Achmad menyampaikan harapannya agar PDI Perjuangan Surabaya bisa kembali ke jalan yang benar, tidak dikuasai oleh intrik politik ambisius yang saling menjatuhkan kader.

“Rasanya ingin mati kalau tidak bisa bercerita dengan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ucapnya.

“Kami berharap Surabaya bisa lebih baik. Buktinya, Pilgub kali ini menang. Dari 153 kelurahan kita menang semua. Sejak 2013–2018 baru kali ini Surabaya menang. Lalu dibilang tidak solid?” tutupnya. ***

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini