Sabtu, 10 Oktober 2026

Kabut Gas Air Mata Latihan Polres Cilegon Terbawa Angin, 19 Siswa Bertumbangan

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIB
Sejumlah siswa di Cilegon terpapar gas air mata saat Polres setempat sedang latihan pengendalian massa. (Threads.com/@anakbanten.ai)
Sejumlah siswa di Cilegon terpapar gas air mata saat Polres setempat sedang latihan pengendalian massa. (Threads.com/@anakbanten.ai)

NAWACITAPOST.COM — Kepanikan luar biasa melanda kawasan SMP dan SMK Madinatul Hadid (Al-Hadid), Kota Cilegon, Banten.
 
Sebanyak 19 siswa mendadak terpapar paparan gas air mata yang membumbung tinggi dari Mapolres Cilegon saat kepolisian setempat menggelar simulasi latihan Pengendalian Massa (Dalmas) pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Zat kimia pelumpuh tersebut diduga kuat terbawa hembusan angin kencang hingga menembus benteng dan lingkungan sekolah yang berjarak sangat dekat dengan markas kepolisian.
 

Suasana mencekam dan hiruk-pikuk evakuasi sempat terekam dalam tontonan video amatir yang beredar luas di media sosial.
 
Terlihat puluhan siswa berlarian kocar-kacir di halaman sekolah untuk menyelamatkan diri menuju ruang kelas guna menghindari paparan asap pekat yang menyengat mata dan pernapasan.

Gema suara kepanikan tenaga pengajar pun membahana menggunakan pengeras suara untuk mengarahkan para murid.

“Masuk kelas ya, jangan keluar. Sekali lagi, jangan keluar. Kalau bisa cuci muka, ada gas air mata ini,” ucap salah satu guru memberi pengumuman menggunakan toa, seperti terlihat dalam video yang diunggah oleh akun Threads @anakbanten.ai pada Kamis (8/10/2026).
 

Insiden tersebut langsung berdampak buruk pada kondisi fisik belasan remaja sekolah tersebut. Sejumlah siswa mendadak tumbang dengan gejala medis seperti rasa perih membakar di area mata, pusing hebat, hingga sesak napas berat.
 
Pihak sekolah bersama petugas medis dengan sigap melarikan para korban menuju beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya Rumah Sakit Hermina dan Rumah Sakit Krakatau Medika untuk mendapatkan penanganan darurat.

Menanggapi peristiwa memprihatinkan tersebut, Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Imam Maryono, membenarkan bahwasanya personelnya memang sedang menguji coba penggunaan gas air mata dalam simulasi taktis menghadapi aksi massa di halaman Mapolres Cilegon.

“Pada saat pelaksanaan latihan Dalmas, sempat menggunakan gas air mata dan mungkin kebetulan angin membawa ke arah siswa yang mungkin lagi nonton, lagi nongkrong, jadi perih,” ujar Imam dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis (8/10/2026).
 

Atas dampak buruk yang merugikan para pelajar dan memicu kepanikan pihak sekolah, institusi kepolisian setempat melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan keluarga korban.

“Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf,” imbuhnya.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh pelajar yang sempat dilarikan ke rumah sakit kini telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya dinyatakan membaik sehingga diperbolehkan pulang.

“Kalau tidak salah, ada 19. Sudah pulang semua karena masuk ke rumah sakit, dicek, diobati kemudian langsung dibawa pulang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa seluruh skema pembiayaan pengobatan dan perawatan para korban di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh pihak Polres Cilegon sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak simulasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini