pemilu

KPU Jatim dan JTP Ajak Warga Jatim Berpartisipasi Aktif di Pilkada melalui Seni

Sabtu, 9 November 2024 | 17:09 WIB
KPU Jatim menggandeng Jati Tenggilis Project (JTP), sosialisasi dan pendidikan pemilih bertema “Podo Seneng Ojo Meneng” di Gedung Teater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, Sabtu (9/11/2024) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggandeng Jati Tenggilis Project (JTP) dalam acara sosialisasi dan pendidikan pemilih bertema “Podo Seneng Ojo Meneng” yang digelar di Gedung Teater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, Sabtu (9/11/2024)

Acara ini dihadiri ratusan peserta yang diajak memahami pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui medium seni pertunjukan teater dan tari.

Novi Arianto, Ketua Jati Tenggilis Project sekaligus koordinator acara, menjelaskan bahwa pendekatan seni dipilih sebagai media sosialisasi karena mampu menanamkan kesan mendalam bagi peserta.

Baca Juga: 132 PTPS Tegalsari Dilantik, Siap Kawal Pilkada 2024 Secara Profesional

“Dengan seni, ada memori kuat yang ditanam di setiap peserta melalui visual yang melekat di otak. Hal ini efektif untuk sosialisasi pemilih,” ujar Novi. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak golput, karena “suara kita menentukan masa depan Jawa Timur.”

Selain mengingatkan warga untuk memilih, pertunjukan juga mengangkat isu bahaya “kotak kosong” atau calon tanpa lawan, serta bagaimana pentingnya menjaga agar tidak ada ruang bagi calon tunggal dalam Pilkada, demi keberlangsungan demokrasi yang sehat.

“Melalui dagelan dan pertunjukan, kami juga menyampaikan pesan agar masyarakat tidak golput dan memastikan suara mereka menentukan pemimpin Jawa Timur mendatang,” tambah Novi.

Baca Juga: Jaga Netralitas ASN, Panwascam Sukomanunggal Luncurkan 'Pojok Pengawasan'

Acara ini turut menghadirkan narasumber seperti Dekan Universitas Syariah IAI Mojokerto, Miftahul Ridho, yang memaparkan pentingnya keterlibatan budaya dalam Pilkada.

“Kita adalah produk budaya. Dalam Pilkada, kebijakan pemerintah harus memperkuat identitas budaya. Jatim memiliki keragaman budaya besar, dari Mataraman hingga Tionghoa, yang harus dijaga untuk menghindari potensi konflik,” ujar Ridho.

Lebih lanjut, Ridho menegaskan pentingnya netralitas dan pendekatan kultural melalui tokoh agama, komunitas, serta kesenian sebagai cara menjaga perdamaian dan mencegah konflik.

Baca Juga: MAKI Jatim: Parodi Demokrasi di Debat Pilkada Surabaya 2024

“Pendekatan budaya penting untuk memastikan Pilkada berjalan damai. Media sosial juga bisa digunakan secara bijak untuk mereduksi konflik budaya yang mungkin timbul,” tambahnya.

Acara ini menampilkan kesenian yang tidak hanya menghibur namun sarat akan pesan penting bagi masyarakat Jawa Timur. Diharapkan, kolaborasi antara KPU Jatim dan seniman ini dapat mendorong partisipasi pemilih dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya suara setiap warga dalam menentukan arah masa depan Jawa Timur. ***

Tags

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB