NAWACITAPOST.COM — Dunia otomotif regional gempar setelah insiden tragis dan dramatis menimpa sebuah SUV Chery Omoda 5 di Jalan Pandan, dekat pusat perbelanjaan AEON Tebrau City, Johor Bahru, Malaysia.
Kendaraan canggih tersebut mengalami patah dan terlepasnya seluruh rangkaian roda serta suspensi belakang secara mendadak saat sedang melaju kencang di jalan raya.
Rekaman foto dan video dramatis mengenai arm gandar belakang yang terputus mendadak langsung viral di media sosial, memicu kepanikan publik serta menempatkan isu keandalan gandar belakang sebagai sorotan utama keselamatan berkendara.
Merespons peristiwa berbahaya tersebut, Chery Auto Malaysia bergerak cepat mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) secara menyeluruh untuk unit Omoda 5 varian C dan H yang terdampak.
Langkah ini diambil guna melakukan pemeriksaan teknis mendalam serta penggantian komponen vital jika ditemukan ketidaksesuaian standar.
"Chery Auto Malaysia akan melaksanakan Kampanye Penarikan Kembali (Recall) bagi kendaraan model OMODA 5 yang terjejas (varian C & H) untuk menjalankan pemeriksaan dan menggantikan komponen terkesan sekiranya perlu," tulis pernyataan resmi Chery Malaysia dalam laman resminya yang diakses Selasa (13/10/2026).
Skandal gandar belakang ini berdampak mendalam pada operasional pabrikan asal Tiongkok tersebut. Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia mengambil tindakan tegas dengan resmi menangguhkan sementara izin Vehicle Type Approval (VTA) untuk Chery Omoda 5.
Penangguhan administratif berimbas langsung pada penghentian total pendaftaran unit kendaraan baru di seluruh negeri hingga investigasi teknis tuntas dan risiko keselamatan dipastikan benar-benar tereliminasi.
Ketua Pengarah JPJ, Datuk Aedy Fadly Ramli, menegaskan bahwa regulator keselamatan transportasi tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun terkait keselamatan jiwa pengguna jalan.
Dalam pernyataan yang dikutip portal berita resmi RTM, ia menegaskan bahwa tidak ada kompromi bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan keselamatan.
Sebagai bagian dari pengawasan ketat, JPJ memerintahkan Chery Malaysia mengidentifikasi seluruh nomor identifikasi kendaraan (Vehicle Identification Number/VIN), nomor komponen, serta kelompok produksi yang berpotensi memiliki cacat bawaan.
JPJ juga menggelar audit komprehensif terhadap rantai pasok dan pabrik perakitan Omoda 5, khususnya pemasok komponen gandar belakang.
Audit mencakup pemeriksaan intensif pada sistem pengendalian kualitas (quality control), prosedur pemeriksaan sambungan las, penerapan praktik manufaktur (good manufacturing practices), serta kepatuhan standar keselamatan komponen gandar.
Izin VTA dan pendaftaran unit baru baru akan dibuka kembali setelah Chery menerapkan tindakan korektif menyeluruh dan menyerahkan bukti teknis yang mengonfirmasi bahwa potensi bahaya pada gandar belakang telah teratasi secara permanen.
Sorotan publik semakin tajam mengingat persoalan gandar belakang ini bukanlah yang pertama kali merundung Chery Omoda 5.
Pada 3 Mei 2024, JPJ Malaysia pernah mengumumkan penarikan kembali terhadap 600 unit Omoda 5 akibat insiden kegagalan gandar belakang yang dipicu oleh salah kalibrasi pada peralatan pengelasan di fasilitas pemasok komponen.
Terulangnya kegagalan struktur pada area gandar belakang pada Oktober 2026 memicu keprihatinan besar mengenai konsistensi kontrol kualitas manufaktur.
Meski Chery dan JPJ masih menyelidiki apakah insiden terbaru ini memiliki akar masalah teknis yang sama dengan kasus 2024 atau berasal dari lot produksi yang berbeda, fokus utama investigasi kini tertuju penuh pada integritas gandar belakang.
Saat ini, Chery Auto Malaysia mengimbau seluruh pemilik Omoda 5 varian C dan H untuk segera melakukan verifikasi status kendaraan melalui pengecekan nomor VIN di portal resmi serta mendatangi pusat servis resmi terdekat guna menjamin keselamatan berkendara.
Hasil investigasi final antara Chery dan JPJ dipastikan menjadi penentu arah kebijakan keselamatan otomotif selanjutnya.