otomotif

Abaikan Visual Sepintas: Tekanan Ban Rendah Mampu Picu Bahaya Pecah Ban Mendadak!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:52 WIB
Bahaya Mengintai di Balik Ban Kurang Angin. (Foto NKRI24JAM)

NAWACITAPOST.COM — Memeriksa tekanan angin ban sebelum berkendara merupakan kebiasaan sederhana yang sangat penting untuk keselamatan seluruh penumpang.
 
Sayangnya, tidak sedikit pengemudi yang baru peduli pada kondisi ban saat kendaraan sudah terasa limbung atau ban terlihat kempis secara kasatmata.

Menurut lembaga keselamatan jalan raya National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), tekanan ban yang terlalu rendah (under-inflation) dapat menyebabkan panas berlebih (overheating), mempercepat kerusakan struktur internal ban, hingga memicu risiko pecah ban mendadak saat melaju dalam kecepatan tinggi.
 
Baca Juga: Kalahkan Ribuan Nominasi Dunia, Nanda Widya Raih Fervent Global Love of Lives Award

“Pemeriksaan tekanan ban setidaknya dilakukan sebulan sekali dan sebelum melakukan perjalanan jauh. Selalu gunakan angka rekomendasi pabrikan sebagai acuan utama,” tulis situs resmi NHTSA yang diakses Minggu (11/10/2026).

Jangan Menunggu Ban Terlihat Kempis

Tekanan ban yang berkurang tidak selalu bisa terdeteksi hanya dengan pandangan mata. Secara visual ban mungkin tampak normal, tetapi sebenarnya tekanan udara di dalamnya sudah berkurang cukup jauh dari batas ideal.

Ketika tekanan terlalu rendah, dinding samping ban (sidewall) akan bekerja dan menekuk jauh lebih keras saat roda berputar.

Akibatnya, suhu di dalam ban meningkat cepat, keausan telapak ban menjadi tidak merata (biasanya aus di bagian pinggir), dan pengendalian kendaraan menjadi berat.
 
Baca Juga: Pesan Mendalam Menkeu Suahasil Nazara: Coretax dan Kepercayaan Publik Kunci Utama Penerimaan Negara
 
Kondisi ini sangat berbahaya saat Anda harus melakukan pengereman mendadak atau bermanuver di jalan licin. Sebaliknya, mengisi angin terlalu banyak (over-inflation) juga membawa dampak buruk.
 
Ban yang terlalu keras akan mengurangi bidang kontak (contact patch) antara karet ban dengan permukaan jalan. Selain membuat guncangan terasa sangat keras dan mengurangi kenyamanan, kondisi ini dapat menyebabkan bagian tengah telapak ban cepat aus serta mengurangi daya cengkeram (grip).

Dampak pada Konsumsi Bahan Bakar

Selain faktor keselamatan, tekanan angin ban yang tidak pas berdampak langsung pada dompet Anda. Ban yang kekurangan angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar.

Akibatnya, mesin harus bekerja ekstra keras untuk menggerakkan mobil, yang pada akhirnya membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dari biasanya.
 
Baca Juga: Pahat Era Baru Transformasi Bangsa, Menkeu Suahasil Nazara Kunci Pendanaan Jumbo IsDB

Cara Mengetahui Tekanan Angin yang Tepat

Setiap kendaraan memiliki standar tekanan angin yang berbeda-beda. Informasi tekanan ban yang direkomendasikan oleh pabrikan biasanya tercantum pada stiker di pilar B (bingkai pintu pengemudi), bagian dalam tutup tangki bahan bakar, atau di dalam buku manual kendaraan.

Gunakan angka petunjuk tersebut (dalam satuan PSI atau Bar), dan bukan angka tekanan maksimum (Max PSI) yang tertera pada dinding ban. Perlu diingat bahwa tekanan ban depan dan belakang bisa berbeda, terutama ketika kendaraan membawa muatan penuh atau banyak penumpang.

Lakukan pemeriksaan saat ban dalam kondisi dingin, idealnya setelah mobil parkir selama minimal tiga jam. Pengukuran yang dilakukan tepat setelah perjalanan jauh akan menunjukkan angka yang lebih tinggi akibat pemuaian udara dari suhu ban yang panas.

Pilihan Pengisian: Nitrogen vs Angin Biasa

Saat menambah angin, Anda bisa memilih antara udara biasa atau nitrogen murni. Angin nitrogen memiliki ukuran molekul yang lebih besar sehingga tidak mudah keluar melalui pori-pori karet ban.
 
Baca Juga: Buntut Polemik Ucapan 'Enjoy' Kabut Asap Karhutla, Wali Kota Palembang Akui Salah Pilih Kata
 
Hal ini membuat tekanan ban cenderung lebih stabil dalam jangka panjang dan tidak mudah memuai saat terkena suhu panas jalan raya.

Langkah Rutin dan Tindakan Pencegahan

Jadikan pemeriksaan tekanan ban sebagai bagian dari perawatan berkala. Gunakan alat pengukur tekanan (tire pressure gauge) milik sendiri atau kunjungi pos pengisian angin terpercaya setiap satu hingga dua minggu sekali.
 
Jangan lupa untuk memeriksa kondisi ban cadangan agar selalu siap digunakan dalam situasi darurat.

Jika menemukan salah satu ban sering kehilangan tekanan dalam waktu singkat, segera periksa ke bengkel ban untuk mendeteksi adanya bocor halus atau kerusakan pada katup pentil.
 
Baca Juga: Polisi Ungkap Dugaan Pemicu Kecelakaan Beruntun 15 Kendaraan di Tol Cipularang

Dengan perawatan yang konsisten, Anda tidak hanya menjaga keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga memperpanjang usia pakai ban serta menghemat biaya operasional kendaraan sehari-hari.

Tags

Terkini