NAWACITAPOST.COM — Memiliki mobil tetapi jarang digunakan bukan berarti kendaraan otomatis lebih awet. Justru, mobil yang terlalu lama terparkir di garasi tanpa perawatan rutin bisa mengalami sejumlah masalah teknis serius saat hendak kembali dikendarai di jalan raya.
Kondisi ini cukup sering dialami oleh pemilik mobil yang hanya berkendara saat akhir pekan, memiliki lebih dari satu kendaraan, atau lebih sering beraktivitas sehari-hari menggunakan sepeda motor.
Kerap kali, garasi yang dianggap sebagai tempat paling aman justru menjadi lokasi mengendapnya berbagai potensi kerusakan mekanis maupun elektrikal yang tidak terdeteksi secara kasat mata.
"kendaraan yang terlalu lama dibiarkan diam dapat mengalami berbagai masalah teknis, mulai dari aki melemah, tekanan angin ban berkurang, hingga penurunan performa mesin. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak hanya menjadikan jarak tempuh (odometer) sebagai satu-satunya patokan untuk melakukan servis," tulis Astra Daihatsu dalam keterangan resminya.
Mengutip informasi dari situs resmi Astra Daihatsu, terdapat 7 komponen vital yang wajib diperiksa dan dirawat secara berkala meskipun mobil lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam garasi:
1. Aki dan Sistem Kelistrikan
Aki merupakan komponen yang paling rentan bermasalah saat mobil jarang digunakan. Meski mesin dalam kondisi mati, sejumlah sistem kelistrikan kendaraan—seperti jam digital maupun sistem pengaman atau alarm—tetap menyerap daya listrik secara perlahan. Jika mobil terlalu lama diam, daya aki akan menyusut (drop) hingga akhirnya tidak kuat untuk memutar dinamo starter.
Periksa kondisi aki secara berkala dan pastikan terminalnya bebas dari korosi atau kerak putih. Jika muncul tanda-tanda starter terasa berat, segera isi ulang (charge) atau ganti aki. Apabila mobil akan ditinggalkan dalam waktu yang sangat lama, pertimbangkan untuk mencabut kabel negatif aki sesuai panduan buku manual.
2. Tekanan Angin dan Kondisi Ban
Mobil yang parkir dalam posisi diam dalam jangka panjang dapat menyebabkan tekanan udara di dalam ban berkurang secara alami. Selain itu, beban berat kendaraan yang menumpuk di satu titik ban terus-menerus bisa memicu terjadinya flat spot, yaitu kondisi permukaan ban menjadi rata atau gepeng pada titik tumpu tertentu.
Cek tekanan angin secara rutin menggunakan alat ukur dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Jangan lupa periksa kondisi fisik ban dari retakan, benjolan, atau keausan tidak merata. Ingat, ban adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal, sehingga fisiknya tidak boleh diabaikan demi keselamatan berkendara.
3. Volume Oli dan Pelumas Mesin
Banyak pemilik beranggapan bahwa oli mesin hanya perlu diganti jika mobil sudah menempuh jarak tertentu, misalnya setiap 5.000 atau 10.000 kilometer. Padahal, oli yang terdiam lama di dalam mesin dapat mengalami penurunan kualitas akibat oksidasi dan pengaruh kelembapan udara lingkungan sekitar.
Jangan menjadikan angka odometer yang rendah sebagai alasan menunda perawatan. Rutin periksa volume dan warna oli lewat dipstick. Tetap ikuti jadwal ganti oli berkala berdasarkan estimasi waktu, seperti per 6 bulan sekali, sesuai panduan resmi produsen.
Baca Juga: Gempur Penyelundupan di Perairan Kepri, Bea Cukai Batam Gagalkan Rokok Ilegal Rp2,53 Miliar
4. Respons Sistem Pengereman
Mobil yang terlalu lama terparkir—terutama jika rem tangan atau parkir terus aktif di tempat yang lembap—berpotensi mengalami masalah mekanis seperti piringan cakram berkarat atau kampas rem yang lengket (seized).
Sebelum membawa mobil melaju kembali di jalan raya, uji respons pedal rem terlebih dahulu. Perhatikan apakah pedal terasa terlalu dalam, kurang pakem, atau mengeluarkan suara decitan yang tidak wajar. Jika ada kejanggalan, segera bawa kendaraan ke bengkel terdekat untuk penanganan medis teknis lebih lanjut.
5. Kondisi Bahan Bakar di Dalam Tangki
Bahan bakar yang mengendap terlalu lama di dalam tangki dapat mengalami penurunan kualitas (degradation) serta memicu kondensasi atau pengembunan air di dinding dalam tangki. Presipitasi air ini berisiko mencemari aliran bahan bakar dan menimbulkan korosi pada tangki.
Usahakan untuk menyalakan dan memanaskan mesin atau membawa mobil berjalan mengelilingi kompleks secara berkala. Selain itu, pastikan kapasitas tangki tidak dibiarkan terlalu kosong guna meminimalkan ruang udara terbuka yang bisa memicu proses pengembunan.
Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Ribuan Belangkas ke Malaysia, Bea Cukai Teluk Nibung Selamatkan Satwa Dilindungi
6. Kebersihan Bodi dan Komponen Logam
Kerusakan akibat mobil jarang dipakai tidak hanya menyerang bagian mekanis interior. Bodi luar dan komponen berbahan logam di kolong mobil juga rentan rusak akibat paparan debu, kotoran, atau udara lembap yang dibiarkan menempel terlalu lama tanpa pembersihan.
Cuci dan bersihkan bagian luar serta kolong kendaraan secara berkala. Jika memungkinkan, simpan mobil di tempat yang teduh, kering, memiliki sirkulasi udara baik, serta gunakan sarung atau cover mobil berbahan breathable jika diparkir di luar ruangan agar kelembapan tidak terperangkap.
7. Performa Sistem AC dan Kebersihan Interior
Sirkulasi udara di dalam kabin mobil yang tertutup rapat dalam waktu lama bisa menjadi sangat lembap dan berbau apek. Selain itu, saluran AC yang jarang beroperasi dapat dihinggapi penumpukan debu serta kotoran mikro.
Saat memanaskan mesin, nyalakan pula sistem AC selama beberapa menit agar oli kompresor tetap bersirkulasi ke seluruh jalur pendingin. Jaga kebersihan interior dari sisa makanan atau sampah agar tidak mengundang serangga, hama, mau pun pertambahan jamur.
Meskipun mobil yang jarang digunakan memiliki beban kerja yang lebih ringan, bukan berarti seluruh komponennya bebas dari potensi kerusakan fatal. Aki, ban, oli, rem, bahan bakar, hingga interior tetap membutuhkan perhatian berkesinambungan secara teratur.
Melakukan pemeriksaan sederhana dan servis berkala secara rutin jauh lebih hemat serta aman ketimbang harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kerusakan parah akibat mobil terbiarkan begitu saja di garasi.