otomotif

Aman Tembus Hujan, Ini Batas Masuk Akal Motor Listrik Saat Musim Basah

Jumat, 2 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Cara Merawat Motor Listrik agar Awet, Perhatikan Baterai hingga Sistem Kelistrikan. (Foto: Promedia)

NAWACITAPOST.COM — Pertanyaan mengenai keamanan motor listrik saat musim hujan masih sering muncul di kalangan calon maupun pengguna kendaraan listrik.
 
Kekhawatan tersebut dinilai cukup wajar mengingat motor listrik mengandalkan baterai, controller, serta berbagai komponen elektronik utama untuk menghasilkan tenaga.

Namun, keberadaan komponen listrik bukan berarti kendaraan ramah lingkungan ini haram terkena air.
 
Baca Juga: Benteng Perbatasan Kokoh: Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 13,3 Kilogram Sabu
 
Kendaraan yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya umumnya telah dilengkapi sistem perlindungan terhadap air sesuai spesifikasi masing-masing produsen.

Kementerian ESDM bahkan pernah melakukan pengujian endurance terhadap motor hasil konversi kendaraan listrik sejauh 10.000 kilometer selama 48 hari.
 
Pengujian ketat tersebut mencakup kondisi jalan menanjak, turunan, dan macet, termasuk penggunaan ekstrem dalam kondisi hujan maupun panas.

Meski terbukti tangguh, ada sejumlah teknis dan batas keamanan yang wajib diperhatikan pengendara sebelum menembus guyuran hujan.
 
Baca Juga: Rahasianya Terungkap: Ini Cara Jitu Merawat Motor Listrik Agar Performa Tetap Prima

Memahami Sertifikasi IP Rating

Secara umum, motor listrik sangat aman digunakan ketika hujan selama kendaraan memiliki perlindungan spesifik dari pabrikan.
 
Indikator utama yang dapat diperhatikan adalah IP Rating (Ingress Protection), yaitu kode standar yang menginformasikan tingkat perlindungan komponen dari benda padat dan air.

Sebagai contoh, beberapa produsen seperti ALVA menjelaskan bahwa baterai pada seluruh lini produknya sudah mengantongi sertifikasi IP67.
 
Senada, Polytron juga menyebut baterai Fox-R berstandar IPX67 setelah melalui serangkaian pengujian ketat terhadap air dan debu.

Namun, konsumen perlu memahami bahwa rating tersebut berlaku pada komponen dan kondisi pengujian tertentu. Angka IP bukan berarti seluruh badan motor boleh direndam atau digunakan tanpa batas di dalam banjir.
 
Baca Juga: Dulu Garang Mengkritik, Aktivis Syahganda Nainggolan Kini Dilantik Jadi Kepala Bakom

Hujan dan Banjir Adalah Dua Kondisi Berbeda

Paparan air hujan yang mengenai motor saat melaju sangat berbeda dengan kondisi ketika kendaraan terendam atau memaksa menerobos banjir. Saat hujan, air umumnya hanya mengenai bagian luar kendaraan dalam bentuk tetesan dan cipratan.
 
Sementara saat menembus banjir, air mencapai bagian bawah motor dengan tekanan serta paparan yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu, pengendara diimbau tidak menganggap motor yang aman diterpa hujan otomatis mampu melibas semua jenis genangan. Batas kemampuan melewati genangan memiliki spesifikasi yang berbeda pada setiap model.

ALVA menyebut beberapa produknya memang dirancang mampu menghadapi genangan hingga ketinggian tertentu.
 
Namun, produsen tetap mengingatkan pengguna untuk selalu memperhitungkan kondisi jalan dan tidak melebihi batas teknis kendaraan.
 
Baca Juga: Indonesia Menang 9-2, FAM Malaysia Soroti Injury Time

Aturan Krusial: Charging Port dan Perawatan

Satu bagian vital yang membutuhkan perhatian ekstra setelah berkendara di tengah hujan adalah charging port (soket pengisian daya). Pengendara dilarang keras terburu-buru mengisi daya apabila area konektor masih basah.

ALVA menyarankan pemilik untuk memastikan charging port benar-benar kering sebelum charger dipasang, serta mengeringkan celah sambungan panel yang berpotensi menyimpan sisa air. Langkah ini sangat krusial guna menghindari arus pendek saat proses pengisian daya berlangsung.

Selain itu, saat mencuci kendaraan pasca-kehujanan, hindari penggunaan semprotan air bertekanan tinggi (pressure washer) secara langsung ke area sensitif dan pastikan penutup komponen tertutup rapat.

Jika terpaksa melewati genangan atau terjebak hujan deras, segera parkir kendaraan di tempat aman, keringkan area charging port, dan periksa bagian bawah motor.
 
Apabila muncul indikator peringatan atau gangguan pada sistem kelistrikan, segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi. Catatan pengujian Kementerian ESDM membuktikan ketahanan motor listrik, namun batas teknis kendaraan tetap menjadi panduan utama keselamatan berkendara.

Tags

Terkini

Ganti Oli Massal Ala H Hasston

Selasa, 10 Desember 2024 | 10:17 WIB