Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Surya Paloh boleh berbangga, bahwa Partai Nasdem sukses di Pilkada 2017 dan 2018 dan 2020, tetapi yang menduduki posisi Gubernur, kebanyakan bukan anak kandung partainya alias non pengurus partai.
Baca Juga : Gara-gara Tidak Disponsori BUMN, Anies dan Sahroni Pura-pura Dizolimi Erick Thohir
Hanya satu anak kandung partainya yang sukses di Pilkada. Vicktor Laiskodat, sebelum jadi Gubernur NTT, punya posisi penting di Partai Nasdem sebagai Sekjen.
Jejak Laiskodat itu, mungkin akan diikuti dan dilakukan Bendum partai Nasdem, Ahmad Sahroni. Di DPR, ia sudah memasuki dua periode jabatannya, bahkan menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR, dan teranyar ketua panitia formula E.
Jejak Sahroni memang kental dengan kompetisi politiknya. Balihonya bertulisan Mimpi Jadi Presiden terpampang dan terpasang di sudut-sudut jalan protokol Jakarta.
-
Jika menjadi Presiden hanya mimpi. Menjadi calon Gubernur Jakarta, bukan lagi sekedar mimpi. Ditunjuknya, ia sebagai Ketua pantia formula E. Ada maksud dan rencana yang matang ke arah itu.
Twitter Sutan Mangara Harahap menyebut, saatnya putera Betawi (Sahroni) memimpin Jakarta, walaupun bukan atas perintah Sahroni, setidaknya direstui Sahroni.
Bahkan, ia rela merogoh koceknya senilai 1,2 miliar rupiah untuk membeli ratusan tiket nonton ajang balap formula E.
Maklum, pembelian tiket itu, katanya akibat dirinya jengkel dan kesal, karena tak mendapat sponsor dari perusahaan BUMN.
Soal sponsor BUMN. Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga menyatakan, bahwa proposal untuk gelaran balap mobil formula E panitia mengirimnya 1 bulan sebelum acara gelaran tersebut.
Kemudian, Arya mencontohkan perhelatan balap MotoGP di Mandalika, panitia mengirimkannya sejak satu tahun lalu. Idealnya sih 3 bulan, jelas Arya.
Kekesalan Sahroni tak dapat sponsor dari perusahaan BUMN beralasan, sebab ia butuh panggung dan aksi untuk menjadi calon orang nomor satu jakarta.
Harapnnya formula E di tahun-tahun mendatang, bisa menjadi agenda tahunan, apabila disponsori BUMN, tanpa itu (sponsor dari BUMN) mungkin gelaran itu yang pertama dan terakhir.
Yang jelas, Sahroni ngebet jadi Cagub Jakarta, tetapi publik mencibir arogansinya di balap mobil formula E.