NAWACITAPOST.COM - Setelah Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) mengusung pasangan Muhammad Muhibbin Nur (Gus Ibin) - Aushaf Fajr Herdiansyah, sementara Marhaen Djumadi (Kang Marhaen) akan bergandengan dengan Trihandy Cahyo Saputro (Mas Trihandy), Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Nganjuk akan diramaikan oleh kuda hitam yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yaitu hadirnya Ita Triwibawati (Bunda Ita).
Bunda Ita bukan orang baru di Nganjuk, karena beliau mantan ketua Tim penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang hampir 10 tahun. Disisi lain bunda Ita adalah seorang birokrat, cerdas, profesional dan yang pasti memiliki pendukung yang tidak sedikit. Sebuah informasi yang tepercaya tim sukses bunda ita saat Pemilu Legislatif (Pileg) kemarin kurang lebih 3000 (tiga ribu) orang.
Baca Juga: Kata Siapa Jadi Bupati / Wakil Bupati Itu Sulit!!!
Kita bisa mengasumsikan jika tim tersebut tersebar diseluruh desa pasti akan mampu menggerakkan massa yang bisa mendulang suara yang signifikan. Politik selalu dinamis, maka semua kompetitor harus belajar dari permainan pileg yang kemarin.
Semua calon berpotensi menang jika menggunakan strategi dan taktik yang benar. Namun ada sebuah ungkapan jenaka, pokok pemilih dikasih uang pasti akan memilih.
Baca Juga: Koalisi PKB, Gerindra dan PPP Mendukung Gus Ibin Aushaf, Adalah Role Mode Baru Dalam Pilkada 2024
Pemilu adalah pesta rakyat, maka jika rakyat disenangkan pasti akan memberikan dukungan. Rakyat berfikir rasional pada semua kandidat, katanya setelah jadi mereka akan ditinggal.
Jika Pilkada nanti ada 3 pasang calon, maka secara matematis semua bisa meminimalisir cost. Asumsi yang kita bayangkan, seluruh potensi pemilih akan diambil masing - masing kandidat sesuai dengan strategi yang dipakai. Disisi lain masing - masing akan menguat daya dukung untuk memgambil selisih dari dua calon yang berbeda. Tiga pasang calon membuat tim sukses berfikir keras, bagaimana loyalis yang dibangun tidak tergiur oleh iming - iming dari calon lain.
Baca Juga: Mencari Formula Untuk Menyelamatkan NU Dalam Pilkada 2024
Salah satu kunci utama untuk memenangkan Pilkada 2024 adalah kuatnya infrastruktur politik. Dalam ilmu politik, Infrastruktur politik adalah, suatu struktur yang menggabungkan antara satu dengan yang lain, lalu membentuk satu rangkaian yang membantu berdirinya keseluruhan struktur tertentu.
Infrastruktur politik setidaknya terdiri dari 4 (empat) kelompok utama, yaitu Partai Politik (Parpol), kelompok kepentingan (interest group), kelompok penekan (pressure group), dan media massa. Jika ingin menang sebuah komponen tersebut harus dibangun sejak dini agar cost politik tidak terlalu besar.
Baca Juga: Potret Perilaku Politik Masyarakat Nganjuk Dalam Pemilu
Disisi lain Personal branding calon juga harus dilakukan secara serius untuk: