NAWACITAPOST.COM — Jerit kekecewaan dan keresahan warga membuncah di berbagai pelosok Bali setelah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melumpuhkan mobilitas masyarakat sejak Senin (12/10/2026).
Antrean kendaraan yang mengular hingga keluar area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi pemandangan dramatis di kawasan Denpasar hingga Kabupaten Badung, memicu penderitaan mendalam bagi warga yang bergantung penuh pada kendaraan pribadi.
Di tengah kondisi transportasi publik yang amat minim, sirna-nya stok Pertalite dan Pertamax di papan penunjuk SPBU memaksa ribuan pengendara bertaruh nasib dari satu SPBU ke SPBU lainnya.
Baca Juga: Inovasi Darurat: Pengeras Suara Masjid Disulap Jadi Alarm Peringatan Dini Gempa Bumi Indonesia
Tidak sedikit warga yang akhirnya gigit jari setelah menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kepastian, bahkan harus menanggung nasib naas kehabisan bahan bakar di tengah jalan.
Frustrasi masyarakat atas krisis ini meledak di jagat maya, salah satunya disuarakan oleh pengguna platform Threads dengan akun @dewi.
Unggahannya melukiskan betapa parahnya dampak krisis bahan bakar yang mencekik napas perekonomian dan aktivitas harian warga Pulau Dewata.
“Bali BBM langka. Orang antre sampe berjam-jam, bahkan ada yang sampe kehabisan bensin di jalan dan dorong motornya. Pulau yang mengandalkan kendaraan pribadi karena minimnya transportasi publik, bisa kehabisan bensin. Parah.”
Penderitaan warga yang terpaksa mendorong sepeda motornya di bawah terik matahari menjadi potret kelam ketidaksiapan pasokan energi di wilayah tujuan wisata dunia ini.
Baca Juga: Dedikasi Tanpa Batas, Pemerintah Kota Bekasi Serahkan Satyalancana Karya Satya Kepada 238 ASN
Aktivitas perekonomian masyarakat terancam lumpuh lantaran energi untuk menggerakkan kendaraan harian tak kunjung didapatkan.
Langkah Darurat Pertamina: Gelontorkan 26.200 Kiloliter BBM
Merespons jeritan warga dan gejolak yang kian meluas, PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menggelontorkan pasokan tambahan BBM secara masif sebesar 26.200 kiloliter untuk menambal kelangkaan di Bali.
Pasokan darurat ini dikirimkan secara bertahap menggunakan kapal tanker yang merapat di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, serta Terminal BBM Manggis, Kabupaten Karangasem.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa langkah ekstraordinari ini diambil untuk memperkuat ketahanan stok Pertalite dan Pertamax yang kian tergerus.
Sesuai jadwal penanganan krisis, gelombang kedatangan kapal pengangkut BBM diatur secara maraton pada Senin (12/10/2026), Rabu (14/10/2026), hingga Jumat (16/10/2026).
Langkah ini menyusul pembongkaran muatan kapal tanker pada Minggu (11/10/2026) di Terminal BBM Manggis yang telah menyalurkan 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax.
Pertamina mencatat tingkat konsumsi harian Pertalite di Bali menembus angka rata-rata 2.200 kiloliter per hari. Tingginya angka konsumsi ini menuntut manajemen rantai pasok yang amat presisi agar rantai distribusi dari terminal menuju SPBU tidak terputus di tengah jalan.
Pemerintah Daerah Turun Tangan, Pertamina Diperintah Pembenahan Total
Menanggapi kepanikan publik dan gelombang keluhan warga yang kian masif, Gubernur Bali Wayan Koster langsung memanggil jajaran pimpinan Pertamina Patra Niaga dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) pada Senin (12/10/2026) dalam rapat darurat di Denpasar.
Baca Juga: Gelora Semarak Bekasi Barat: Wali Kota Bekasi Ajak Warga Kebal Sehat dan Kepung Porprov 2026
Pemerintah Provinsi Bali menuntut pembenahan total atas manajemen pengelolaan dan distribusi BBM agar krisis serupa tidak terulang dan antrean yang menyengsarakan masyarakat segera terurai.
“Hari ini (Senin) mulai didistribusikan ke seluruh pelosok Bali, sehingga pada sore ini masalah pasokan BBM sudah bisa diatasi,” tegas Gubernur Koster usai pertemuan.
Imbauan dan Harapan Pemulihan Mobilitas
Di tengah proses pemulihan distribusi yang terus dipacu, otoritas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan wajar tanpa perlu melakukan panic buying.
Langkah kolektif ini amat krusial agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak akses bahan bakar secara merata.
Krisis BBM di Bali menjadi bukti nyata betapa vitalnya kelancaran distribusi energi bagi masyarakat yang menggantungkan mobilitas harian pada kendaraan pribadi.
Kecepatan pemulihan pasokan dan pemerataan penyaluran kini menjadi ujian krusial bagi Pertamina dan pemerintah daerah untuk mengembalikan kepastian hidup warga Bali.