news

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Tengah: Ancaman Pasang Laut Terjang Pesisir

Senin, 5 Oktober 2026 | 13:17 WIB
Foto Ilustrasi: Kondisi pesisir utara yang berpotensi banjir rob di area kawasan pesisir. (Pemprov Jateng)

NAWACITAPOST.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah.
 
Fenomena pasang air laut akibat fase Bulan Baru diprakirakan siap mengintai kawasan pantai utara hingga pantai selatan provinsi tersebut sepanjang bulan ini.

Peringatan tersebut tertuang dalam surat B/ME.01.02/273/KTJM/X/2026 yang memuat informasi potensi banjir pesisir pada Oktober 2026.
 
Baca Juga: CEO Promedia Grup Tagih Janji Kepala Bakom Soal Kesejahteraan Wartawan
 
Dalam informasi tersebut, BMKG menyebut fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut. Kondisi pasang tersebut dapat memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah.

Untuk Jawa Tengah, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi pesisir selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Sementara di pantai utara, wilayah yang perlu diwaspadai mencakup sejumlah daerah pesisir di bagian tengah hingga timur Jawa Tengah.

BMKG mencatat pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami rob. Pesisir Kabupaten dan Kota Pekalongan, Batang, Kendal, serta Jepara juga termasuk dalam peringatan.

Ancaman rob di wilayah-wilayah tersebut diprakirakan berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 4-8 Oktober 2026 dan kembali terjadi pada 18-22 Oktober 2026.
 
Periode tersebut menjadi waktu yang perlu diperhatikan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir.
 
Baca Juga: BGN Ancam Putus Kerja Sama, Yayasan Diduga Minta Setoran Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, pesisir Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang masuk dalam peringatan pada 4-9 Oktober 2026. Potensi rob di wilayah tersebut kembali diprakirakan pada 18-22 Oktober.

Untuk pesisir selatan Jawa Tengah, BMKG mencatat potensi rob di Cilacap pada 3-4 Oktober serta 11-15 Oktober 2026. Pesisir Kebumen dan Purworejo juga termasuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.

Potensi banjir pesisir dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir. Kegiatan bongkar muat, tambak garam, serta perikanan darat juga berpotensi terganggu.

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir Jawa Tengah perlu memperhatikan kondisi pasang maksimum air laut selama periode peringatan. Antisipasi dapat dilakukan dengan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim serta peringatan banjir pesisir. Pembaruan informasi dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG selama periode potensi rob berlangsung.

Tags

Terkini