news

Perjuangan Remaja 14 Tahun Melawan Leukemia dan Asa Kesembuhan senilai Rp913 Juta

Kamis, 24 September 2026 | 16:15 WIB
Cerita perjuangan Anggara untuk sembuh dari AML. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Usianya baru menginjak 14 tahun, tetapi Anggara harus berhadapan dengan ujian kehidupan yang teramat berat.
 
Remaja ini sedang berjuang keras melawan Acute Myeloid Leukemia (AML), jenis kanker darah agresif yang membutuhkan serangkaian pengobatan medis secara intensif dan berkelanjutan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kisah kelam tersebut bermula dari keluhan sederhana berupa pembengkakan pada gusi yang tak kunjung sembuh.
 
Baca Juga: Sinergi Kemenkeu Satu Jawa Barat Gelar Lelang Serentak 2026 Secara Transparan
 
Sang ayah, Heri Nurdiyanto, memutuskan membawanya ke fasilitas kesehatan hingga akhirnya dirujuk untuk pemeriksaan darah spesifik di RSUP Dr. Sardjito.

“Setelah serangkaian pemeriksaan, pada awal Juli 2026 Anggara didiagnosis menderita Acute Myeloid Leukemia (AML),” ujar Heri dalam keterangannya, dikutip pada Kamis, 24 September 2026.

Heri menerangkan bahwa penyakit yang menyerang putranya berkembang sangat cepat dan mengganggu pembentukan sel darah normal.

“AML ini kanker darah yang berkembang cepat dan menyebabkan sumsum tulang menghasilkan sel darah abnormal. Jadi, Anggara harus segera menjalani kemoterapi intensif secara bertahap untuk menekan dan menghilangkan sel leukemia serta mencapai remisi,” jelasnya.
 
Baca Juga: Pekatnya Kabut Asap Kembali Kepung Kalsel, Jarak Pandang Lumpuh dan Kesehatan Terancam

Hari-hari Anggara kini diwarnai dengan rawat inap, konsumsi obat-obatan, serta efek samping pengobatan yang menyiksa fisik.
 
Remaja tersebut harus menahan perih akibat sariawan, gangguan rongga mulut, demam, mimisan berulang, hingga penurunan daya tahan tubuh yang drastis.

Kabar baik berembus pada Rabu, 23 September 2026. Ketika kembali ke RSUP Dr. Sardjito untuk persiapan rawat inap dan kemoterapi fase keempat, hasil analisis laboratorium menunjukkan indikasi positif.
 
Trombosit, hemoglobin, fungsi hati, ginjal, hingga kadar neutrofil Anggara tercatat membaik.
 
Baca Juga: Pekatnya Kabut Asap Kembali Kepung Kalsel, Jarak Pandang Lumpuh dan Kesehatan Terancam

“Hasil pemeriksaan hari ini secara umum memberikan cukup banyak hal yang bisa kami syukuri. Setelah tubuh Anggara diberi waktu untuk pulih dari fase sebelumnya, kondisi darahnya menunjukkan pemulihan yang baik,” tulis Heri dalam unggahannya di akun Threads, @heri_nurdiyanto, dikutip pada Kamis, 24 September 2026.

Bagi Heri dan keluarga, deretan angka di lembar laboratorium bukan sekadar laporan medis rutin, melainkan bukti ketangguhan fisik putranya dalam bertahan hidup.

“Bagi kami, hasil laboratorium bukan lagi sekadar lembaran pemeriksaan. Di baliknya ada perjalanan panjang tubuh seorang anak setelah menerima kemoterapi. Ada masa ketika darahnya turun, ada hari-hari ketika kami menunggu neutrofil kembali naik,” lanjut Heri.

“Ada trombosit yang pernah membuat kami harus lebih waspada terhadap perdarahan. Ada nafsu makan yang menurun. Lalu, perlahan tubuhnya bangkit kembali. Hari ini kami melihat proses itu sekali lagi dan sekarang waktunya mempersiapkan diri untuk fase keempat,” sambungnya.
 
Baca Juga: Benteng Ekonomi RI, Menkeu Suahasil Nazara Minta Bea Cukai Lindungi Pasar

Di tengah optimisme tersebut, keluarga dihadapkan pada tembok besar berupa beban finansial. Total estimasi biaya pengobatan lanjutan hingga tindakan transplantasi stem cell mencapai Rp913 juta.

Rincian biaya tersebut mencakup Rp80 juta untuk pemeriksaan dan persiapan transplantasi, Rp500 juta untuk prosedur transplantasi stem cell, Rp150 juta untuk rawat inap dan perawatan intensif, Rp80 juta untuk obat serta terapi pendukung, Rp60 juta untuk kontrol pascatransplantasi, dan Rp43 juta untuk akomodasi pendamping selama masa terapi.

Keluarga telah mengerahkan seluruh kemampuan finansial mereka, namun nilai tersebut terlampau besar untuk ditanggung secara mandiri.
 
Oleh karena itu, Heri membuka penggalangan dana publik guna mengetuk hati para dermawan melalui tautan https://kitabisa.com/campaign/bantuanggarasembuh.

“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti untuk langkah Anggara menuju kesembuhan. Kami ingin melihatnya kembali sehat. Kembali sekolah, bercanda bersama teman-temannya dan tumbuh dewasa mengejar cita-citanya,” pungkas Heri.

Tags

Terkini