BACA JUGA: Kader Banteng Mulai Marah, Penghujat PDIP Ketakutan
Foto : Jiwasraya
Persoalan penting kasus Jiwasraya yang merupakan masalah hukum, bukan masalah politik. Perlu dibongkar adalah dosa lama Jiwasraya yang kini ditimpakan pada pemerintahan Jokowi. Pemerintahan Jokowi hanya bernasib sial. Karena Jiwasraya sudah busuk sejak lama. Pemerintan Jokowi seperti tukang cuci piring kotor belaka. Yang menikmati makanannya adalah rezim dan komplotan yang lama. Pada tahun 2008, saat pergantian direksi, posisi Jiwasraya sudah minus Rp 5,7 Trilliun. Artinya Jiwasraya sudah rugi sebelum tahun 2008, sebelum direksi baru diangkat. Lebih mengejutkan. Sebelumnya, nama Bakrie Group disebut - sebut dan diduga menikmati investasi Jiwasraya. Jokowi memang sebelumnya sempat menyebut masalah neraca keuangan Jiwasraya. Adalah persoalan 10 tahun yang lalu.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal) Partai Demokrat (PD) Andi Arief menolak jika pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disalahkan atas persoalan Jiwasraya. Padahal, Jokowi sama sekali tidak menyalahkan. Jokowi bicara tentang fakta dalam dimensi waktu secara objektif. Dari objektivitas, setelah dianalisis dengan cermat dan seksama kepada pihak yang berkompeten. Tentu akan dirumuskan solusinya. Tidak rezim yang disalahkan. Kalaupun ada pihak yang merasa tersentuh dan kemudian reaktif, sama saja dengan menepuk air di dulang. Yang jelas akan memerciki tampang sendiri. Jadi bukanlah soal kambuh atau selera humor. Menilai pernyataan Demokrat justru seolah memerciki tampang sendiri. Tudingan kepada Jokowi seperti mengigau di tengah malam. Dikatakan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima pada 20 Desember 2019. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Naysilla Mirdad, Sosok Darah Manado Sederhana Mempesona yang Selalu Bersyukur