news

Luhut Binsar, Rona Wajah Batak, Dahulu Ayahnya Sopir, Miskin, Kini Menteri Maritim Investasi

Senin, 1 Juni 2020 | 20:13 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Begitu hebat para Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Termasuk Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. atau biasa dipanggil Luhut. Terlahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut). Adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.

BACA JUGA: Yasonna Sembari Lantik Pejabat Eselon II Kemenkumham, Ajak Sukseskan New Normal

Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar

Luhut merupakan rona wajah Batak. Luhut terlahir menjadi anak ke 1 dari 5 bersaudara. Terlahir dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu.  Demi mengejar cita - cita, dia hijrah ke Bandung dan bersekolah di  SMA Penabur. Disinilah dia menjadi salah satu pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI). Yang mana menghimpun pelajar dan mahasiswa menentang Orde Lama dan PKI. Keputusannya mengikuti jejak sang Ayah menjadikan Akademi Militer Nasional (AKMIL) di Magelang, Jawa Tengah, sebagai fase pendidikan selanjutnya. Luhut adalah lulusan terbaik dari AKMIL angkatan tahun 1970. Pada Tahun 1967, Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat. Lantas 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970. Sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !

-
Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar bersama Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat). Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya. Diantaranya Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat. Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit -unit pasukan khusus terbaik dunia pun pernah dilewati. Tentu saja memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus. Turut pula menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng

-
Foto : Jenderal Benny Moerdani, orang dekat Luhut Binsar, Menteri Maritim Investasi

Tak banyak publik mengetahui. Luhut sejak dulu berkawan baik dengan Prabowo. Saling bahu membahu membesarkan almamater Kopassus. Bahkan hingga membuat nama besar Kopassus menjadi salah satu yang diperhitungkan. Yakni diantara pasukan elit lainnya di dunia. Luhut yang berusia empat tahun lebih tua dari Prabowo adalah 'Abang'. Merupakan sebutan khas dunia militer untuk menggambarkan seseorang yang lebih tua. Operasi Seroja melawan Fretilin di Timor Timur terdapat kontribusi Luhut dan Prabowo didalamnya. Keduanya dipercaya mewakili TNI di berbagai pelatihan pendidikan militer mancanegara. Seperti Jerman Barat dan Belanda.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

-
Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar

Luhut muda beruntung pernah mengenyam cara pendidikan pelatihan militer bersama National Defense University di Amerika Serikat. Tercatat 11 kali pendidikan ditempuh Luhut muda. Yaitu 8 kali di Amerika Serikat, 1 kali di Inggris dan 2 kali di Jerman Barat. Sepulangnya Luhut muda bersama Prabowo dari Jerman Barat pasca berguru kepada Polisi Elit GSG-9. Luhut bisa dibilang sebagai figur krusial atas lahirnya Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus yang kita kenal dengan Sat-81/Gultor.

BACA JUGA: Si Kurang Senyum Moeldoko, Tak Pernah Lipat Jari Tangan, Naik Kereta Gratis, Ditangkap Kondektur

-
Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar

Luhut sebenarnya telah banyak diganjar pencapaian positif lewat predikat terbaik. Mulai dari Komandan Resor Militer terbaik seIndonesia kala menjabat DanKorem di Madiun, Jawa Timur. Komandan Satgas Tempur terbaik saat membabat separatis Fretilin di Timor Timur. Dia pula adalah lulusan terbaik Kursus Dasar Kecabangan Infanteri, Kursus Komando. Bahkan hingga Kursus Lintas Udara.  Pencapaian Luhut muda mulai terendus naluri seorang L.B. Moerdani. Lantas hingga dianggap salah satu dari golden boys Moerdani. Dirinya memang banyak mengambil pelajaran penting dari sang mentor. Yang mana juga tangan kanan sang presiden, Soeharto.

BACA JUGA: Skenario Pelengseran Pemunduran Jokowi, Ahok VS UAS?

-
Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar

Luhut memang piawai berdiplomasi. Dasar memang pandai berdiplomasi, argumen Luhut adalah national interest menjadi prioritas. Awal era Reformasi pada tahun 1999, Luhut diutus presiden B.J Habibie mewakili bangsa. Tak lain sebagai Duta Besar Penuh Indonesia untuk Singapura. Dalam tiga bulan pertama dia berhasil mengembalikan hubungan Indonesia dengan Singapura. Tentunya kembali seperti semula, hangat membaik. Luhut tak bergeming turun. Justru merambah naik kala diangkat Gus Dur. Tentu saja sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Persatuan Indonesia. Usai menjabat menteri era Gusdur, dirinya memulai keaktifan organisasi partai lewat Golkar (Golonga Karya). Tepatnya saat dirinya vakum selama tiga tahun di dunia politik. Yakni tahun 2004 dia memulai bisnisnya lewat nama PT. Toba Sejahtera. Perusahaannya bergerak di bidang pertambangan, minyak, perkebunan dan kelistrikan. Pundi finansial pun mulai naik.

BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Segera Dibuka, Buruan Persiapkan Diri dan Daftar!

-
Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar

Luhut juga pernah merasakan jatuh bangun kehidupan. Kala berusia tiga tahun, dia dan keluarganya merantau ke Pekanbaru, Riau. Tinggallah di wilayah Rumbai. Disana, ayahnya bekerja di perusahaan Minyak dan Gas. Yakni Caltex yang kini bernama Chevron. Sang ayah pun memasukkan Luhut ke SD Yayasan Cendana yang dimiliki oleh perusahaan minyak.  Setelah lulus SD, dia melanjutkan pendidikannya di SMP Yayasan Cendana. Tamat dari SMP, dia memilih SMAN 1 Pekanbaru sebagai sekolahnya. Di SMA, dia pernah mewakili daerahnya ke PON (Pekan Olahraga Nasional) di Bandung, Jawa Barat melalui cabang Renang. Namun orang tuanya kemudian memindahkan Luhut ke SMA Penaburan, Bandung karena nakal dan salah bergaul.

BACA JUGA: Artis Cilik Indonesia Bersuara Khas, Kobarkan Segarkan Bangkitkan Tagline Nias Pulau Impian

-
Foto : Menteri Maritim Investasi, Luhut Binsar

Namun, kecilnya pernah merasakan lebih pahitnya kehidupan. Sang Ayah Bonar Panjaitan hanyalah tentara yang memilih pensiun dini di umur 47 tahun. Kemudian banting setir sebagai supir bus demi menyambung nafas keluarganya. Bahkan hanyalah supir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang penghasilan pas – pasan. Sang Ibu cuma wanita biasa yang tak pernah menamatkan sekolah dasarnya. Namun selalu mengajarkan Luhut dan saudaranya untuk selalu bekerja keras dan jujur. Masa kecilnya pun cukup sulit. Terbilang cukup miskin. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ray, Penderita Kanker Otot, Butuh Uluran Tangan

Tags

Terkini