news

Wabah Penyakit Pada Babi Meluas, Ratusan Bangkai Babi Terbuang dan Menumpuk di Sungai Gomo

Kamis, 30 April 2020 | 18:12 WIB
Nias Selatan,Nawacitapost.com - Meluasnya wabah penyakit pada ternak khususnya pada babi membuat masyarakat resah dan mengeluh. Seperti yang diketahui bahwa ada ratusan ekor babi yang dibuang disungai.Kamis (30/04)
Kepala desa Hilina'a Gomo,Nias Selatan Yurmin Telaumbanua saat di konfirmasi melalui Via Telpon mengatakan "Hampir 250 ekor bangkai babi yang sudah membusuk disungai.Dimana babi yang mati tersebut kami sisir dari perbatasan desa kami dengan desa sinar helaowo kecamatan boronadu" , Ia Pun menambahkan " Karna begitu baunya desa kami yang berada sekitaran sungai gomo. Saya selaku kepala desa dan tim relawan langsung turun ke sungai untuk mengangkut bangkai babi dari sungai tersebut dan kami kubur. 2 minggu yang lalu kami mendapatkan himbauan dari kecamatan "Agar bangkai babi di kubur kalau ada babi yang mati". terang Kades Yurmin 

Baca Juga : Brigjend Pol Bahagia Dachi: Sedikit Bantuan Bernilai Besar Saat Dibutuhkan

Selanjutnya Yurmin menjelaskan bahwa di desanya sudah menerapkan "Denda 500ribu jika ada warganya yang melanggar/kedapatan membuang bangkai babi disungai". "saat kami mengangkut bangkai babi itu dari sungai, bangkai babinya sudah busuk,pada hancur semua. kami pulang dari sungai gomo, semua badan kami pada gatal-gatal diakibatkan karna sungai tersebut sudah tercemar oleh bakteri dari bangkai babi".



Terkait ratusan bangkai babi tersebut, Kades telah berkoordinasi dengan Camat Gomo Faiginaso Tafonao, A.Ma.Pd untuk bisa disampaikan kepada Camat Boronadu agar memberikan himbauan kepada warganya untuk tidak membuang bangkai babi di sungai dan menguburnya kedalam tanah. dan pak Camat pun memberikan motivasi untuk kami para kades supaya melakukan yang terbaik dan tanggap. Terang Yurmin

-
Foto : Kades dan Tim Relawan

Yurmin telaumbanua menuturkan gejala awal yang membuat babi mati mendadak, yakni babi lemas, babi tidak mau makan, dan area mulut pada berbusa. Babi jika sudah memiliki gejala seperti itu hidupnya tak akan bertahan lama sampe beberapa hari, bisa saja sehari itu sudah mati.

Informasi yang kami dapat dari Kades Orahili Gomo Desman Wilyanus Tel "yang kami dengar info bahwa awal mulanya babi banyak mati dari daerah Kec.Boronadu sudah sebulan yang lalu, dan seminggu ini di daerah gomo. Bahkan dilingkungan saya saja sudah banyak babi warga yang mati"

selanjutnya kami awak media nawacita mendapatkan informasi dari masyarakat Sifaoroasi gomo berinisial LMT "Sudah banyak babi masyarakat yang mati mendadak dan khusus dikeluarga kami sudah semua mati, pada hal mata pencaharian kami hanya sebagai petani dan peternak". Terang nya

-


Awak media Nawacitapost mengkonfirmasi ke Kadis Peternakan Nisel Norododo Sarumaha melalui Via WA menyatakan "sampai saat ini terus kita melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran melalui edukasi dan sosialisasi langsung dibeberapa kecamatan dan akan berlanjut di beberapa kecamatan lainnya"; "Utk propinsi kami sdh berkoordonasi dgn dinas ketahanan pangan dan peternakan propinsi sumut namun sampe dgn saat ini menunggu langkah-langkah yang tepat sesuai hasil penelitian yang sedang dilaksanakan oleh balai veteriner wil I medan.Kita sudah sosialisasi langsung menyampaikan himbauan dengan surat edaran Bapak bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, S.H., M.H".Ungkapnya

-


Selanjutnya ditambahkan Kabid Peternakan "Tindakan pemda nisel sudah melakukan sosialisasi dibeberapa kecamatan, himbauan dan surat edaran kepala daerah utk menghindari penyebaran penyakit, menyurati karantina pelabuhan sibolga dalam pembatasan lalu lintas pemasukan babi hidup dan produk babi dr luar pulau nias, juga pelabuhan teluk dalam pemberian obatan berupa vitamin dan antibiotik . Untuk vaksin kita tidak bisa melakukan karna penyebab penyakit belum ada hasil laboratorium dr balai veteriner medan dimana balai vet sudah turun lapangan untuk investigasi dan pengambilan sampel.

Sisca (Nawacitapost.com)

Tags

Terkini