NAWACITAPOST.COM — Wajah kebanggaan kota, Halaman Bolak, yang seharusnya menjadi etalase kemegahan pasca-perhelatan akbar Tapanuli 2026, justru berubah menjadi saksi bisu sebuah kelalaian massal.
Hingga Rabu (13/05/2026), sorotan tajam terus menghujam Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, setelah kawasan tersebut sempat "disulap" menjadi lautan sampah selama berhari-hari tanpa penanganan, memicu dugaan miring terkait ke mana mengalirnya anggaran kebersihan yang bernilai fantastis.
Aroma Busuk di Balik Pesta: Pembiaran yang Disengaja?
Pasca-penutupan acara pada Minggu (10/5/2026), publik disuguhi pemandangan memuakkan. Sisa makanan, botol plastik, hingga limbah kertas berserakan dari sudut taman hingga jalan setapak. Selama dua hari penuh, Senin dan Selasa, kawasan ini bak wilayah tak bertuan. Tak ada sapu yang bergerak, tak ada deru mesin truk sampah, seolah-olah tanggung jawab pemerintah raib bersama berakhirnya seremoni.
Baca Juga: Pusaran Rasuah Di Kota Pendekar: Nyanyian Istri dan Jejak Setoran di Balik Jeruji Gedung Merah Putih
Seorang pria berinisial RS aktivis kemanusiaan dan sosial, yang turun langsung ke lokasi, meluapkan kemarahannya atas pemandangan yang ia sebut sebagai "penghinaan terhadap warga kota".
"Baunya mulai busuk, lalat di mana-mana, dan pemandangannya sangat memalukan. Ini bukan sekadar masalah sampah, tapi masalah mentalitas birokrasi kita. Mereka seolah buta dan tuli sampai akhirnya foto-foto kondisi ini viral dan memicu amuk massa di media sosial," tegas RS dengan nada bicara yang bergetar menahan geram.
Reaksi Kilat Setelah "Terciduk" Publik
Fenomena menarik sekaligus ironis terjadi pada Selasa sore. Setelah tekanan publik memuncak di jagat maya, secara tiba-tiba ratusan petugas kebersihan dan armada pengangkut sampah "menyerbu" Halaman Bolak dalam operasi pembersihan besar-besaran yang terkesan mendadak.
Baca Juga: Skandal Data Gaib 1.133 Rumah Padangsidimpuan, Siapa Yang Menipu Presiden?
RS menilai aksi heroik di menit-menit terakhir ini hanyalah drama untuk menutupi rasa malu.
- Fakta di Lapangan: Baru dibersihkan setelah dihujat.
- Analisis: Jika tidak ada rekaman warga yang menyebar, besar kemungkinan Halaman Bolak akan tetap menjadi tempat pembuangan sampah hingga minggu depan.
- Kesimpulan: Ini bukan bentuk pengabdian, melainkan respon ketakutan terhadap kritik publik.
Teka-Teki Anggaran Ratusan Juta: Ke Mana Larinya Uang Rakyat?
Isu yang paling sensitif dan mulai memanaskan suhu politik lokal adalah soal transparansi anggaran. Berdasarkan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Daerah (RKAD) yang berhasil ditelusuri, Pemkot Padangsidimpuan telah mengalokasikan dana khusus senilai ratusan juta rupiah untuk pengelolaan limbah dan pembersihan pasca-kegiatan Tapanuli 2026.
Logikanya sederhana: Dengan anggaran sebesar itu, tim kebersihan seharusnya sudah bersiaga (standby) bahkan sebelum tamu terakhir meninggalkan lokasi. Namun, jurang antara perencanaan di atas kertas dan realita di lapangan menganga lebar.
Baca Juga: Misteri Anggaran 5 Miliar: Jejak Laptop Libera Gaib, Kadis Pendidikan Pesawaran Bungkam!