Senin, 6 Juli 2026

Ziarah ke Makam Seniman, SAH Minta 'Kebyar-Kebyar' Ditetapkan Jadi Lagu Nasional

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Sabtu, 8 Agustus 2020 | 13:29 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan karena banyak sekali tokoh-tokoh sejarah perjuangan bangsa yang berasal ataupun berkiprah di Surabaya. Seperti Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia Soekarno, Bung Tomo, Dr. Sutomo, maupun tokoh organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) KH. Ridlwan Abdulloh pencipta lambang NU dan masih banyak yang lainnya.


Selain itu, Surabaya juga dianggap sebagai kota seniman. Hal ini juga ditunjukkan banyak seniman besar berada di Surabaya, khususnya yang berhubungan dengan patriotisme perjuangan Bangsa Indonesia.




SAH saat Ziarah ke makam KH. Ridlwan Abdulloh pencipta lambang NU

Siapa sih yang tak mengenal 'WR. Supratman' sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya yang seringkali berkumdandang pada setiap upacara bendera. Begitu juga dengan 'Gombloh'. Maestro musik bernama asli Soejarwoto Soemarsono pencipta lagu 'Kebyar-Kebyar' yang setiap menjelang peringatan hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus pasti dikumandangkan diseluruh wilayah Nusantara.


Dalam kesempatan menjelang peringatan hari Kemerdekaan Indonesia saat ini, Siti Anggraenie Hapsari atau yang akrab dipanggil SAH bakal Calon Wakil Walikota Surabaya, dengan berbecak ria, menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Pahlawan-pahlawan seni yang ada di Surabaya diantaranya Gombloh, KH. Ridlwan Abdulloh dan makan Cak Durasim yang ada di pemakaman Tembok Surabaya.


-

Giat ini didasari kebanggaan serta rasa hormat yang mendalam atas kiprah ketiganya mewakili ribuan seniman yang ada di Surabaya.


" Sebagai warga Surabaya saya sangat bangga atas karir ketiga tokoh besar seniman ini. Saat ini menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-75, sudah sepatutnya hari ini kita mengenang jasa-jasa beliau semasa hidupnya," ujar SAH yang berprofesi sebagai Notaris sekaligus menjadi ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI). Jumat (7/8/20)


Terkait lagu Kebyar-kebya karya Gombloh, SAH sebagai warga Surabaya berharap kepada Pemerintah agar lagu ini dapat ditetapkan menjadi lagu nasional. Karena sebagai warga Indonesia, lagu ini sangat memberikan semangat kecintaan terhadap tanah air dan bendera merah putih sebagai simbol penjuangan yang suci.




-
SAH saat Ziarah ke makam Cak Durasim, sang Maestro Parikan di kesenian Ludruk

Terlebih, apabila Ia dipercaya masyarakat untuk menjadi wakil Walikota Surabaya nanti, SAH berjanji akan memberikan porsi yang lebih luas dalam pengembangan seni dan budaya di Surabaya sekaligus menghidupkan kembali tempat-tempat hiburan rakyat. Salah satunya THR di jalan kusuma bangsa yang dulu terdapat taman Gombloh dan panggung Srimulat. Karena menurutnya tempat-tempat tersebut adalah sarana bagi para Seniman untuk mengapresiasikan karya-karyanya.


" Dalam peringatan 17 Agustus ini, saya berharap juga masyarakat kembali mengingat perjuangan para Pahlawan. Namun tidak hanya sekedar mengingat, kita juga harus bisa meneruskan cita-cita mereka dalam menumbuhkan kecintaan dan pembelaan terhadap tanah air dan bangsa Indonesia," ungkapnya.


Pada kesempatan itu pula, SAH yang digadang-gadang partai Demokrat untuk menjadi Calon Wakil Walikota mendampingi Machfud Arifin, juga menyerahkan tali asih kepada keluarga Gombloh.




-
SAH memberikan tali asih kepada putra Gombloh, Remi Wicaksono, sebagai bentuk kebanggaan dan rasa hormat terhadap karya-karya Gombloh

Ditempat yang legendaris, yakni di lontong balap Cak Gendut Krangan Surabaya, Remi Wicaksono putra Gombloh mengaku terharu karena masih ada perhatian dari tokoh Surabaya terhadap almarhum Ayahnya.


Remi berharap, saat SAH diberi amanat untuk memimpin Surabaya dapat menjamin kemerdekaan para seniman dalam menghasilkan karya karyanya, sekaligus dapat melibatkan mereka dalam pembangunan kota Surabaya. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini