nasional

Kebaya Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Senin, 9 Desember 2024 | 16:36 WIB
Kebaya diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO. (X)

NAWACITAPOST.COM - Kebaya, pakaian tradisional yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi, kini resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO. Penetapan ini diumumkan dalam sidang ke-19 Intergovernmental Committee on Intangible Cultural Heritage (ICH) yang berlangsung di Asuncion, Paraguay.

Keputusan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi pelestarian budaya Asia Tenggara. Pengakuan ini merupakan hasil usulan dari beberapa negara, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebutkan bahwa pengajuan bersama tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam melestarikan kebudayaan bersama. Fadli menjelaskan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol identitas budaya yang kaya akan makna.

"Upaya pengajuan bersama ini menunjukkan semangat kerja sama dan persatuan negara-negara Asia Tenggara dalam melestarikan warisan budaya bersama," kata Fadli, dikutip Senin (9/12/2024).

Baca Juga: BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan dengan KUR untuk 3,7 Juta Debitur  

Ia mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan kebaya sebagai salah satu upaya nyata dalam menjaga kelestarian warisan budaya. Kebaya, menurutnya, memiliki potensi besar sebagai elemen pemersatu yang melampaui sekat etnis, agama, dan negara.

Keberadaan kebaya dalam pentas internasional semakin terasa melalui penggunaannya dalam ajang-ajang seperti kontes kecantikan dan penghargaan budaya. Dengan statusnya yang kini diakui dunia, kebaya diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat global akan pentingnya pelestarian warisan budaya tak benda.

Fadli juga menyoroti dampak positif pengakuan ini terhadap dialog antarbudaya dan promosi perdamaian. Menurutnya, kebaya dapat menjadi sarana untuk memperkuat penghormatan terhadap keberagaman budaya, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Kita harus bangga dan menggunakan kebaya dalam berbagai kesempatan sebagai upaya pelestarian kebudayaan," ujar Fadli.

Baca Juga: Buru Harun Masiku, Ponsel Hasto Kristiyanto Tetap Disita KPK

Dalam proses nominasi ini, peran kebaya dalam pembangunan ekonomi inklusif dan pengurangan kemiskinan turut menjadi sorotan. Ia mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian ini.

Dengan penetapan UNESCO, kebaya diharapkan semakin dihargai dan diteruskan kepada generasi mendatang. Pengakuan ini, menurutnya, bukan hanya tentang menjaga kebudayaan, tetapi juga tentang menciptakan harmoni dan kerja sama lintas negara.

"Penetapan kebaya oleh UNESCO semoga dapat meningkatkan kesadaran global pentingnya pelestarian warisan budaya tak benda karena kebaya tak hanya sebuah simbol budaya, tetapi juga elemen pemersatu yang melampaui batas etnis, agama, dan negara," kata Fadli.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bersama. Kebaya kini tak hanya menjadi simbol tradisi, tetapi juga jembatan yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu kesatuan budaya yang kaya dan bermakna.

Halaman:

Tags

Terkini