Adapun beberapa produk PIRT, sebut Istianah, di antaranya hashimi, kerupuk tike dari akar umbi arawa, kemudian emping yang masih jadi produk andalan di Kabupaten Serang, yang kualitasnya tinggi dibandingkan dengan mungkin emping-emping dari daerah lain. Kemudian ada beberapa produk dari ikan, termasuk rumput laut, keripik pisang, dan beberapa yang sudah mulai membuat abon.
"Jadi untuk keamanan pangan, mutu gizinya itu dari kami (Dinkes) yang melakukan pembinaan lebih ke aspek kesehatannya. Sedangkan kalau sisi usahanya dari Diskoumperindag dan Diskominfosatik dari sisi promosinya, jadi kita gandeng tangan semua sektor untuk bisa memajukan PIRT di Kabupaten Serang," terangnya.
Sub Koordinator Penyehatan Lingkungan Bidang P2P Dinkes Kabupaten Serang, Maman Karyuman, mengajak para PIRT untuk bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk yang dihasilkan. Terlebih melalui Radio Serang Gawe FM milik Pemkab Serang. "Para PIRT harus memanfaatkan semaksimal mungkin untuk mempromosikan melalui media sosial," ujarnya.
Penanggung Jawab PIRT Bidang P2P Dinkes Kabupaten Serang, Wiwik Tri Agung Retno, mengatakan jumlah PIRT di Kabupaten Serang yang sudah masuk atau terdaftar sekitar 300 PIRT melalui aplikasi OSS atau Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang sinkron dengan Badan POM.
"Dari jumlah sekitar 300 PIRT itu sudah kami bina pada Tahun 2023 lalu sebanyak 70 PIRT dan Tahun 2024 ini sebanyak 100 PIRT. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi," ujarnya.(**)