nasional

Baliho Puan Maharani Tak Berizin Tersebar di Kaki Gunung Semeru, Pengamat Minta Puan Minta Maaf

Senin, 27 Desember 2021 | 15:41 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Puan Maharani mendapat kritik pedas dari Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus karena polemik pemasangan baliho yang berada di lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lucius meminta Ketua DPR itu melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas keberadaan baliho tersebut.

Jika Puan melakukan melakukan klarifikasi agar isu tersebut tak menyeleweng dan menimbulkan asumsi publik. Menurutnya, permintaan maaf penting untuk menunjukkan kerendahan hati Puan kepada korban.

"Permintaan maaf saya penting untuk menunjukkan kerendahan hati dan penghargaan mereka terhadap keluarga korban bencana alam," kata dia kepada media, Jumat (24/12/12).

Baca Juga : Selamat ! Lesti Kejora Melahirkan Anak Pertama, Nama Baby L Masih Dirahasiakan


Lucius menilai keberadaan baliho-baliho itu tidak menunjukkan sikap Puan yang simpatik terhadap korban. Namun Satpol PP setempat diketahui belakangan telah menurunkan baliho tersebut karena diklaim tak memiliki izin.

"Orang lagi berjibaku, berjuang untuk mengatasi segala dampak bencana, pada saat yang bersamaan muncul baliho dengan foto wajah kondisi, saya kira bukan sesuatu yang bijak," kata dia.

Lucius mengingatkan agar kehadirannya sebagai Ketua DPR akan lebih berguna dilakukan dengan kebijakan, alih-alih memasang baliho dengan kata-kata motivasi. Baliho itu, katanya, terang-terang justru hanya menunjukkan iklan politik.

"Jadi bukan nasihat-nasihat bijak, apalagi foto diri yang sudah jelas bukan ekspresi simpati, tapi ini sebenarnya iklan politik, memanfaatkan situasi, untuk kepentingan politik," katanya.

Simak informasi menarik lainnya di youtube NAWACITA TV 


https://youtu.be/klO0TYaI2ps

Terkini