UPT BP2MI DKI Jakarta menanggapi adanya permintaan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri yang tengah sulit dilaksanakan karena pandemi COVID-19. Di samping itu, pandemi COVID-19 juga berdampak pada banyaknya sektor pekerjaan yang tutup, sehingga Kartu Prakerja dapat menjadi alternatif bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan insentif sambil menunggu kesempatan kerja.
Baca Juga : Serius Hadapi Iklim Pendidikan, Gus Muhaimin Tegas Bakal Tindak Lanjut Program...
Kegiatan ini merupakan terobosan dan bentuk inovasi pertama melalui Kartu Prakerja bersama UPT BP2MI DKI Jakarta yang menyasar alumni lulusan SMK. Kegiatan juga membuktikan upaya BP2MI mencari alternatif ketika penempatan PMI mengalami penurunan akibat pandemi. Sehingga nantinya CPMI mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan Kartu Prakerja, serta dapat didata dan dipetakan jenis pekerjaan sebenarnya kelak.
Sosialisasi ini dihadiri oleh alumni SMK 57, pengurus BKK, Kepala UPT BP2MI DKI Jakarta beserta jajarannya, dan Assistant to the Executive Director at PMO Prakerja, Kementerian Koordinator Perekonomian, Dedi Noor Cahyanto, beserta jajarannya.
Sementara itu, Kepala UPT BP2MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Hotma Viktor Sihombing, menuturkan bahwa UPT BP2MI DKI Jakarta mengapresiasi kegiatan Kartu Prakerja sebagai upaya lain bagi CPMI, khususnya lulusan SMK, di masa pandemi.
Baca Lagi : Yahya Waloni Ditangkap, Ferdinand Hutahaean : Komitmen Polri Tak Perlu Diragukan
“UPT BP2MI DKI Jakarta mengapresiasi upaya alternatif bagi CPMI utamanya lulusan SMK ini untuk memperoleh sosialisasi Kartu Prakerja yang dapat meningkatkan kualitas keterampilannya sambil menunggu pekerjaan yang sesungguhnya ketika pandemi usai atau terkendali,” paparnya.
(Humas/UPT BP2MI DKI Jakarta)