NAWACITAPOST.COM - PT Pollux Properties Indonesia baru saja meluncurkan proyek ambisiusnya, Pollux Technopolis, sebuah superblok seluas 42 hektar di Karawang. Grand Launching proyek ini diadakan di Jakarta pada Sabtu (12/5/2024) lalu.
Menariknya, Pollux Properties berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,5 triliun dari pengembangan tahap pertamanya. Dengan total investasi mencapai Rp 50 triliun, Pollux Technopolis diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan industri Karawang.
Pengembangan Pollux Technopolis akan dibagi menjadi enam tahap. Pada tahap pertama, akan dibangun lima tower apartemen dengan kapasitas total 2.500 unit dan ruko Dotonbori sebanyak 360 unit.
Tahap ini menelan investasi senilai Rp 7 triliun. Pollux Properties sudah memulai penjualan apartemen tower pertama sejak akhir tahun lalu, memasarkan 470 unit. Sedangkan, ruko Dotonbori baru dipasarkan pada tahun ini.
Baca Juga: Bikin Depresi, Ini Alasan Rumah Subsidi Dinilai Tak Layak Huni!
Direktur Pollux Properties, Michael Tanuwijaya,mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil menjual 80% dari total unit apartemen tower pertama dan ruko Dotonbori. "Nilai marketing sales dari penjualan tersebut sekitar Rp 1,5 triliun," katanya, dikutip Selasa (18/5/2024).
Dengan progres penjualan yang positif, Michael optimistis dapat melampaui target penjualan Pollux Technopolis tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 2 triliun. Sebagian besar pembeli apartemen Pollux Technopolis adalah end user, yang mencapai sekitar 60%.
Mayoritas pembeli merupakan penduduk Karawang dan sekitarnya yang bekerja di kawasan industri tersebut. Karawang sendiri dikenal sebagai kota industri dengan banyak perusahaan yang beroperasi, membuat kebutuhan akan hunian semakin tinggi.
Pollux Properties melihat prospek pasar di Karawang akan semakin cerah seiring dengan perkembangan industri dan proyek infrastruktur yang tengah marak dibangun di wilayah ini. Infrastruktur seperti Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dipastikan akan melewati kawasan Pollux Technopolis. Bahkan, perusahaan sedang mengusulkan agar stasiun LRT yang direncanakan dibangun hingga Cikampek dapat dibangun di area Pollux Technopolis.
Baca Juga: Milenial Dominasi Pasar Properti Indonesia di Kuartal I-2024
Konsep pengembangan Pollux Technopolis akan banyak mengusung tema dari Jepang, mengingat banyaknya ekspatriat asal Jepang yang bekerja di Karawang. Ruko Dotonbori, misalnya, akan dijadikan sebagai pusat food and beverages dengan konsep Jepang. Setiap ruko akan dibangun dengan tipe tiga lantai dan empat lantai, dengan harga mulai dari Rp 2,8 miliar.
Apartemen yang akan dibangun menyasar segmen menengah bawah dengan harga mulai Rp 12 juta per meter persegi atau sekitar Rp 290 juta per unit.
Pembangunan apartemen tower pertama dan ruko ini akan dimulai setelah Lebaran tahun ini dan ditargetkan selesai dalam 36 bulan. Pada paruh kedua tahun ini, perusahaan juga akan membuka pemasaran untuk apartemen tower kedua, dengan harga yang diperkirakan naik minimal 5% dari harga perdana.
Pollux Technopolis merupakan proyek ambisius yang tidak hanya akan mengubah wajah Karawang, tetapi juga menawarkan solusi hunian modern di tengah kawasan industri yang terus berkembang. Dengan konsep yang menarik, fasilitas lengkap, dan lokasi strategis, Pollux Technopolis diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat dan ekspatriat yang bekerja di Karawang.