"Kalau bisa, kita hindari, tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari. Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi," ungkap Joko Widodo.
Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 hanya akan dihadiri secara fisik oleh 60 orang undangan, sementara yang lain akan mengikuti sidang secara virtual maupun streaming.
Pada Kanwil Kemenkumham Aceh sendiri, kegiatan ini diikuti secara virtual melalui media zoom. Bertempat di Aula Bangsal Garuda Kemenkumham Aceh, hadir dalam kegiatan ini Kakanwil Kemenkumham Aceh (Meurah Budiman), Kadiv Administrasi (Rakhmat Renaldy), Kadiv Pemasyarakatan (Heri Azhari), Kadiv Keimigrasian (Sjachril), Kadiv Yankumham (Sasmita), dan seluruh pejabat struktural dan fungsional lainnya.
Kemudian, pada kesempatan itu Joko Widodo menerangkan Pandemi Covid-19 telah memacu untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan.
"Kita dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini," katanya.
Terkait dengan APBN, Ia menerangkan bahwa tahun 2022 Indonesia masih akan dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi. Dirinya meminta harus bersiap menghadapi tantangan global lainnya, seperti ancaman perubahan iklim, peningkatan dinamika geopolitik, serta pemulihan ekonomi global yang tidak merata.
BACA JUGA : Indikasi Penyelundupan Narkoba, Rutan Masamba Berhasil Amankan Barang Bukti
"Karena itu, APBN tahun 2022 harus antisipatif, responsif, dan fleksibel merespons ketidakpastian, namun tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian," terangnya.
Meskipun mengikuti secara virtual, seluruh Pimti dan sejumlah jajaran pejabat struktural Kemenkumham Aceh mengikuti dengan serius dan khidmat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.
-
(Kornelius Wau)