nasional

Evaluasi Perjuangan Lawan Covid-19, Gus Jazil Sebut Pandemi Covid-19 Sebagai Ujian Ketauhidan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Pandemi Covid-19 masih melanda negeri ini sejak lebih dari setahun dan tak kunjung teratasi. Selama perjalanan kasus Covid-19 awal Maret 2020 tercatat 3,5 juta orang terjangkit Covid-19 dengan 100.636 meninggal dunia.

Menanggapi hal ini, wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengklaim bahwa Corona menjadi bagian dari ujian ketauhidan untuk melihat seberapa jauh keimanan kita kepada Allah SWT untuk melihat fenomena Corona ini dengan prespektif masing-masing.

”Orang sekuler melihat Corona seperti apa, orang NU seperti apa, tapi karena saya meyakini akidah saya, iman kepada qada dan qodar Allah SWT maka saya mayakini betul ini adalah ketentuan Allah. Dan saya tahu betul bahwa ketentuan Allah dibuat pasti ada hikmahnya untuk manusia,” ujar Gus Jazil–sapaan akrab Jazilul Fawaid dalam sambutan secara virtual acara “Istighosah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa Indonesia dari Wabah Covid-19” di Universitas Indonesia, Rabu malam (04/08/2021).

Kemudian, Juz Gazil menjelaskan soal kebebasan masyarakat dalam memaknai Pandemi sebagai skenario global atau wabah yang datang sebagai ujian manusia.

”Ada yang bilang ini dibuat di China pada awal-awal dulu. Ini skenario global dalam rangka…, bolehlah karena manusia itu diberikan kekuatan oleh Allah untuk membuat skenario. Kita semua ini diberikan kekuatan membuat skenario, tetapi pembuat skenario tertinggi hanya Allah. Kita sebenarnya menghadapi apapun itu dalam skenario Allah, itu yang penting. Allah membuat skenario-skenario di bumi sebagai tatanan dan ujian,” tuturnya.

Dengan demikian Gus Jazil, menghimbau masyarakat selain menerapkan protokol kesehatan juga didampingi oleh keimanan bahwa masih ada kekuatan Tuhan dalam mengangkat pandemi Covid-19. Sebab Ia menilai masih banyak orang yang menyepelekan doa.

”Nah, ikhtiar-ikhtiar itu yang hari ini dilakukan teman-teman KMNU UI melalui doa. Di zaman sekarang, biasanya banyak yang menganggap apaan itu doa, orang-orang menyepelekan doa terkadang, orang-orang modern. Tidak ada lagi konsep berkah, konsep keselamatan dari Allah. Corona ini justru menjadi cermin bagi kita untuk melihat seberapa dekat kita dengan pembuat Corona, pembuat alam ini, dan yang membuat diri kita dan skenario. Tidak ada daya dan upaya selain dari Allah, laahaula walaaquwwata illaabillah,” kata Gus Jazil.

Dikatakan Wakil Ketua Umum artai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, saat ini akibat pandemi Covid-19, bangsa ini menghadapi krisis multidimensi. Pendapatan negara turun, utang membengkak, dan seolah bangsa tak mampu menemukan solusi tepat.

”Dalam batas-batas rasional, kita punya rencana-rencana dalam batas tertentu. Tetapi apa yang kita rencanakan, kita skenariokan, ada pembuat skenario besar yaitu Allah SWT,” paparnya.

Karena itu, menurut Gus Jazil, manusia harus bisa merenung pada diri sendiri sebagai bahan evaluasi agar pikiran tetap positif.

”Maka sering-seringlah, mumpung Covid-19 ini, semua di rumah sering-seringlah bicara dengan diri kita sendiri, bermuhasabah, kita hitung, evaluasi.. Sebab, siapa yang bisa menemukan dirinya sendiri dia yang paling berbahagia, dia yang paling selamat karena dengan menemukan dirinya sendiri, dalam konsep tasawuf, dia akan menemukan tuhannya,” kata Gus Jazil.

Terkini