nasional

Lantik Menteri Keuangan Baru, Gibran Tegaskan APBN Harus Sehat dan Bebas Korupsi

Rabu, 16 September 2026 | 19:40 WIB
Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden Republik Indonesia ketika menghadiri pelantikan Suahasil Nazara Menteri Keuangan. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/09/2026).
 
Kehadiran Wapres dalam momen krusial transisi kepemimpinan benteng pertahanan ekonomi nasional tersebut menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mengawal transparansi dan integritas anggaran negara.

Usai prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat, Wapres menyampaikan selamat bertugas kepada Menteri Keuangan yang baru dan meyakini pengalaman serta kompetensi yang dimiliki menjadi modal penting dalam menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN serta memperkuat pengelolaan keuangan negara.
 
Baca Juga: Yasonna Laoly Desak Pengelolaan Aset GBK dan Kemayoran Transparan serta Diaudit Investigatif

"Wapres menyampaikan selamat bertugas kepada Menteri Keuangan yang baru dan meyakini pengalaman serta kompetensi yang dimiliki menjadi modal penting dalam menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN serta memperkuat pengelolaan keuangan negara," demikian pernyataan resmi yang disampaikan pascapelantikan.

Langkah pengangkatan Suahasil Nazara yang sebelumnya melanglang buana di jajaran teknokrasi keuangan dipandang sebagai sinyal positif bagi kepastian pasar domestik maupun global.
 
Pengalaman panjang yang melakoni dinamika kebijakan fiskal dinilai mampu menjadi fondasi kokoh untuk menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi global yang masih membayang.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres memberikan penekanan khusus pada reformasi mendasar dalam sistem penganggaran nasional agar tidak melenceng dari spirit efisiensi.
 
Baca Juga: Gempur Penyelundupan Rp20 Miliar, Bea Cukai Sulbagtara Tumpas Tiga Kasus Raksasa
 
Wapres menekankan pentingnya perbaikan tata kelola keuangan negara, penguatan fiskal pusat dan daerah, serta sistem keuangan dalam mencegah korupsi dan inefisiensi.

"Pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan tepat sasaran menjadi bagian penting untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tegas Wapres.

Instruksi tegas ini menjadi jangkar penentu bagi kementerian dan lembaga terkait agar setiap rupiah dari APBN benar-benar teralokasi pada sektor prioritas.
 
Sinkronisasi fiskal antara pusat dan daerah turut diidentifikasi sebagai celah kritis yang harus dibenahi guna memangkas kebocoran anggaran serta memastikan dampak ekonomi terasa langsung hingga ke masyarakat lapisan bawah.
 
Baca Juga: Setia Menguatkan Bendahara Negara: Christina Pusporini, Sosok Anggun di Balik Suahasil Nazara

Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru pengawalan benteng keuangan negara di bawah pengawasan ketat kepemimpinan nasional, demi menjaga ketahanan ekonomi nasional dari ancaman penyelewengan dan ketidakefisienan.

Tags

Terkini