Menurutnya, NU harus memastikan fatwa, gagasan, dan pengabdian organisasi tidak berhenti pada pembahasan teoritis. NU harus menghadirkan manfaat bagi petani, masyarakat kecil, dan kelompok mustad'afin.
"Dari rahim Tambakberas, kita dikejutkan oleh pesan mitologis ruang ini: bahwa ilmu yang seluas lautan harus mampu menjadi 'beras' yang mengenyangkan dahaganya umat, menjadi pendorong kedaulatan, serta pelindung kaum mustad'afin," ujarnya.
Gus Kikin kemudian mengajak seluruh Nahdliyin meninggalkan ketegangan selama Muktamar ke-35.
Ia meminta warga NU membawa semangat persaudaraan dan persatuan ke daerah masing-masing.
"Muktamar ke-35 telah usai. Layar telah terbentang, dan samudra khidmah menanti di hadapan. Mari kita tinggalkan segala riak di pelabuhan Tambakberas," katanya.
Gus Kikin menempatkan rekonsiliasi sebagai pijakan awal kepemimpinannya di PBNU. Ia menegaskan bahwa keputusan Muktamar harus menjadi titik temu bagi seluruh pihak untuk kembali menjalankan amanah organisasi.
Dengan semangat tersebut, Gus Kikin berharap seluruh Nahdliyin dapat menjaga persatuan, memperkuat khidmah, dan membawa NU terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. ***