nasional

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Jajaran Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

NAWACITAPOST.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mencatatkan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika ekonomi nasional dan industri perbankan, BRI mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fundamental, meningkatkan kualitas aset, dan menjaga profitabilitas.

Hingga akhir Juni 2026, laba bersih BRI Group tercatat sebesar Rp31,2 triliun, atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut tidak terlepas dari fokus BRI terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM.

Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam pemaparan kinerja perseroan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Hery didampingi Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Hery mengatakan, kinerja positif BRI terjadi di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II 2026 berada di kisaran 5,30 persen, sementara inflasi tercatat 3,34 persen.

Optimisme juga terlihat dari aktivitas sektor UMKM. Indeks Bisnis UMKM meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100 menunjukkan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi.

“UMKM merupakan core business BRI sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.

Transformasi Mulai Berkontribusi terhadap Kinerja

Untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis, BRI terus menjalankan agenda transformasi melalui BRIVolution Reignite. Strategi tersebut berfokus pada dua agenda utama, yakni memperkuat sumber pendanaan serta melakukan pembaruan bisnis inti sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI terus memperbesar basis dana murah melalui pendekatan berbasis ekosistem. Optimalisasi kanal digital juga dilakukan melalui penguatan transaksi BRImo, QRIS, akuisisi merchant, serta pengembangan jaringan BRILink Agen.

Selain itu, perseroan memperkuat integrasi rantai nilai (value chain), pengembangan klaster bisnis, serta penerapan One BRI Solution untuk memperluas ekosistem bisnis.

Di sektor mikro, BRI melakukan penyempurnaan proses bisnis, meningkatkan kemampuan tenaga pemasar atau mantri, serta memperkuat penerapan manajemen risiko secara lebih terukur. Langkah tersebut diarahkan agar pertumbuhan kredit mikro tetap berjalan seiring dengan peningkatan kualitas aset.

BRI juga mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi ekosistem dan value chain, penyempurnaan produk serta strategi penargetan nasabah, hingga memperluas layanan bullion bank.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” kata Hery.

Dampak transformasi tersebut tercermin dari kinerja keuangan perseroan. Secara konsolidasian, aset BRI hingga akhir Triwulan II 2026 mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen yoy.

Halaman:

Tags

Terkini

AHWA Sepakat, Gus Kikin Resmi Nahkodai PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:10 WIB