nasional

Muktamar NU ke-35 Memanas, Pendukung Gus Yusuf Tuding Pemilihan Ketum PBNU Dikondisikan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Jombang, Nawacitapost.com — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memanas pada Minggu (30/8/2026).

Ratusan pemuda nahdliyin yang mengaku sebagai pendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf merangsek ke arena muktamar saat sidang pleno pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 berlangsung.

Massa menyampaikan sejumlah keberatan terkait mekanisme serta persyaratan pencalonan Ketua Umum PBNU. Mereka meminta panitia dan pimpinan sidang memberikan penjelasan mengenai proses pemilihan yang tengah berlangsung.

Koordinator aksi, Fathoni, menuding proses Muktamar NU ke-35 telah dikondisikan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ia juga menyoroti posisi Saiful atau Gus Ipul yang menjadi Ketua Panitia Muktamar. Fathoni menilai pimpinan sidang pleno turut memainkan peran dalam mengatur jalannya persidangan.

“Bisa kita lihat hari ini dengan mata telanjang Saiful dengan kroninya, Pak Nuh, sebagai pimpinan sidang pleno memainkan peran mengatur sidang sedemikian rupa untuk kepentingannya sendiri dan memanfaatkan kiai sepuh untuk kepentingan sendiri,” ujar Fathoni di arena Muktamar NU.

Menurut Fathoni, massa mempersoalkan sejumlah ketentuan yang berkaitan dengan pencalonan Ketua Umum PBNU. Mereka menilai mekanisme yang berjalan dapat memengaruhi peluang kandidat tertentu dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.

Massa kemudian menyampaikan aspirasi di sekitar arena sidang. Mereka meminta proses pemilihan berjalan transparan dan memberikan ruang yang sama kepada seluruh calon.

Kericuhan terjadi ketika agenda pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 berlangsung. Situasi tersebut menunjukkan tingginya dinamika politik organisasi dalam Muktamar NU ke-35.

Meski demikian, tudingan bahwa proses pemilihan telah dikondisikan masih berasal dari pihak pendukung Gus Yusuf. Pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut belum memberikan tanggapan atas tudingan itu dalam informasi yang tersedia.

Muktamar NU ke-35 menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan PBNU periode 2026-2031.

Selain memilih ketua umum, muktamar juga menjadi ruang bagi para peserta untuk membahas berbagai agenda organisasi dan menentukan arah NU ke depan.

Perkembangan situasi di arena muktamar masih menjadi perhatian peserta dan warga Nahdliyin, terutama terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang menjadi agenda utama forum tersebut. ***

Tags

Terkini