NAWACITAPOST.COM - Tradisi perang ketupat kembali digelar di daerah Tempilang, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Atraksi yang menjadi simbol perlawanan terhadap para lanun itu bakal digelar berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat, Muhammad Ali, mengatakan bahwa acara ini akan menjadi kegiatan yang besar dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Perang ketupat bakal digelar Minggu (3/3/2024) di lokasi yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu di Pantai Pasir Kuning, Tempilang. Acara dimulai pukul 09.00 WIB yang diawali dengan tarian pembuka, larung sesajen ke laut, dan puncaknya berupa perang ketupat.
Perang ketupat dilakukan oleh dua tim yang saling berhadapan satu sama lain dengan durasi waktu sekitar lima menit. Ada beberapa sesi perang yang disiapkan dengan tim yang secara tradisional dimantrai terlebih dahulu oleh dukun kampung setempat.
"Akan banyak tarian kolosal nantinya, begitu juga dengan ornamen yang mengisahkan tentang perang ketupat," ujar Ali.
Kegiatan tahunan yang menjadi ciri khas daerah Tempilang, Bangka Barat itu diprediksi akan menimbulkan kemacetan di jalan menuju pantai. Sebab, pada hari yang sama masyarakat setempat juga menggelar tradisi ruahan.
Baca Juga: Daftar 7 Tokoh Penerima Gelar Jenderal Kehormatan, Ada SBY dan Luhut
Semacam lebaran kampung, setiap rumah membuka pintu lebar-lebar untuk menerima tamu. Kemudian, para tamu dipersilakan mencicipi hidangan yang disediakan tuan rumah.
"Memang perang ketupat dan tradisi ruahan itu bersamaan. Banyak warga yang datang bertamu dan berkunjung sekaligus mereka nanti menyaksikan perang ketupat," beber Ali.
Pengunjung diperkirakan mencapai ribuan orang yang tidak hanya dari Bangka Belitung, tapi juga dari provinsi lainnya. Nantinya panitia juga dikerahkan untuk mempersiapkan kantong parkir di dekat lapangan yang menjadi lokasi perang ketupat.
Baca Juga: Kantongi Segudang Bukti Kecurangan Pemilu 2024, Ganjar Siap Bertarung di MK
Bagi pengunjung yang baru pertama kali menyaksikan perang ketupat, disarankan datang lebih awal atau di bawah pukul 09.00 WIB. Perjalanan dari Kota Pangkalpinang atau dari Bandara Depati Amir menggunakan minibus akan memakan waktu sekitar 90 menit.
Perjalanan lebih awal akan membantu Anda menghindari macet dan memberikan kesempatan untuk berkeliling pantai menikmati pemandangan sekitar sebelum acara dimulai.