NAWACITAPOST.COM — Program Studi Teknik Sipil Universitas Nias (UNIAS) menggelar Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) serta Malam Keakraban (MAKRAB) bagi mahasiswa Teknik Sipil pada 20–21 Desember 2025 di Pantai Fani Fodo. Kegiatan yang diikuti sekitar 75 mahasiswa ini melibatkan panitia pelaksana, didampingi dosen, serta pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UNIAS, Ir. Dermawan Zebua, S.T., M.T., IPP., menegaskan kegiatan tersebut dirancang sebagai pembekalan awal yang menyeluruh—mulai dari kompetensi dasar ketekniksipilan hingga pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
“DIKLAT dan MAKRAB ini kami selenggarakan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar keorganisasian dan ketekniksipilan, sekaligus membangun karakter, kepemimpinan, serta mempererat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan Teknik Sipil UNIAS. Harapannya, mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga siap belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim,” ujarnya.
Rangkaian DIKLAT menitikberatkan materi yang dekat dengan kebutuhan lapangan. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Basic disampaikan oleh Ir. Hamedoni Harita, S.T., M.T. bersama Ir. Muhammad Haris Zalukhu, S.T., M.T., IPP., sebagai penguatan pemahaman awal mengenai prinsip keselamatan kerja yang menjadi fondasi budaya kerja konstruksi.
Baca Juga: Universitas Nias Wisuda 865 Lulusan, Plt. Rektor: Ini Tonggak Kampus Terus Bertumbuh
Mahasiswa juga memperoleh materi pengenalan Drone dan GPS Basic yang dipandu langsung oleh Ir. Dermawan Zebua, untuk memperkuat literasi teknologi pemetaan dan dokumentasi lapangan. Sementara itu, materi Theodolite dan Waterpass Basic dibawakan Ir. Bimawija Laia, S.T., M.Eng., IPM., ACPE, sebagai pembekalan keterampilan pengukuran serta ketelitian kerja yang menjadi kompetensi inti dalam praktik ketekniksipilan.
Salah satu narasumber, Ir. Hamedoni Harita, menekankan pentingnya K3 ditanamkan sejak mahasiswa agar terbentuk kebiasaan kerja yang aman dan profesional.
“K3 bukan sekadar materi pelatihan, tetapi cara berpikir dan budaya kerja. Ketika mahasiswa memahami risiko, prosedur, dan kedisiplinan keselamatan sejak awal, mereka akan lebih siap saat praktik lapangan, magang, maupun ketika terjun ke proyek yang sesungguhnya,” katanya.
Selain pembekalan teknis, MAKRAB dirancang sebagai ruang penguatan wawasan keteknikan dan kepemimpinan melalui seminar dan pengembangan diri. Pada sesi seminar keteknikan, Dinas PUTR Kota Gunungsitoli menghadirkan narasumber Ir. Elvin Meiman P. Zendrato, S.T. (Sekretaris Dinas PUTR Kota Gunungsitoli) dengan topik Perkembangan Konstruksi di Kota Gunungsitoli, sehingga mahasiswa mendapat gambaran langsung tentang konteks pembangunan daerah dan tantangan sektor konstruksi. Sesi berikutnya mengangkat tema Strategi Kepemimpinan yang disampaikan melalui Ketua Program Studi Teknik Sipil sebagai penguatan cara pandang mahasiswa dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan, dan membangun etika kerja.Baca Juga: Tingkatkan Ketrampilan, Universitas Nias bersama Pemdes Mudik Laksanakan Pelatihan Pertukangan
Suasana kebersamaan semakin kuat melalui kegiatan Api Unggun dan Motivasi yang menghadirkan Yohanes Giawa, S.E. (Founder Delasaro Adventure) bersama Ir. Bimawija Laia. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan mental untuk membangun daya juang, ketahanan diri, dan komitmen bertumbuh sebagai calon profesional teknik sipil.
Sebagai penutup, panitia melaksanakan outbond bersama Tim Delasaro Adventure. Direktur Delasaro Adventure, Eva Indah Sari Zebua, S.E., menegaskan outbond bukan sekadar permainan, melainkan pembelajaran karakter berbasis pengalaman.
“Outbond dirancang untuk melatih komunikasi, kerja sama tim, dan kepercayaan antarpeserta. Dalam simulasi tantangan, mahasiswa belajar membagi peran, mengambil keputusan cepat, dan memimpin situasi. Nilai-nilai ini relevan untuk organisasi kemahasiswaan maupun kerja proyek di lapangan yang menuntut koordinasi dan kekompakan,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DIKLAT dan MAKRAB Teknik Sipil UNIAS tidak hanya memperkuat keterampilan dasar ketekniksipilan dan wawasan profesi, tetapi juga menumbuhkan budaya saling mendukung dalam satu keluarga besar Teknik Sipil UNIAS. (Yogi)