NAWACITAPOST.COM - Semakin terang benderang peta politik itu menunjukkan gambarnya yang jelas setelah Pemilu 2024 terselenggara, meski semuanya harus menunggu proses perhitungan akhir dan pengumuman secara resmi dari KPU. Namun dari perhitungan cepat (quick count) hasil perolehan suara capres/cawapres dan partai-partai politik, kita harusnya sudah faham, bagaimana catur politik Joko Widodo (Jokowi) itu dimainkan.
Kita kemudian akan teringat, bagaimana Ganjar Pranowo "dikerjain" Jokowi dengan yang awalnya pura-pura mendukung Ganjar. Mulai dari membuatkan sketsa desain baju putih bergaris lurus yang melambangkan tegak Lurus, sampai memberikan kode dukungan untuk rambut putih, yang ternyata kemudian Jokowi malah menyodorkan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapresnya Prabowo, dan mengarahkan semua pendukungnya (organ-organ relawan Jokowi) ke Paslon Capres/Cawapres 02.
Tak hanya Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto pun ternyata turut "dikerjain" oleh Jokowi dengan permainan caturnya yang sangat misterius, nyaris tak terlihat dan tak teraba, sebagaimana ahli strategi perang Tiongkok klasik Sun Tzu mengajarkan strategi perangnya.
Baca Juga: 584 Peserta Ikuti Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Serang 2024
Prabowo didukung Jokowi habis-habisan untuk menjadi Capres, namun tanpa sepengetahuan Prabowo Partai Gerindra dibuat tidak bisa menang secara signifikan, karena ternyata Jokowi memilih Partai Golkar untuk digelembungkan suaranya dua kali lipat!
Dan ini yang lebih tragis lagi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan anaknya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Partai Demokrat-nya yang awalnya dikerjain Jokowi melalui orang-orang kepercayaannya, kembali dikerjain Jokowi lagi di Pemilu 2024 ini. Pada mulanya Partai Demokrat diganggu melalui suatu peristiwa politik, di mana saya pribadi menjadi salah satu bagiannya, mendadak dibatalkan setelah Jokowi tau Partai Demokrat tak lagi beroposisi pada Pemerintahan Jokowi.
Anda semua tentu tau peristiwa politik apa itu, yang kemudian berakhir melalui Keputusan Kasasi MA dimana kami saat itu berada di pihak yang dikalahkan. Maaf saya tak mau menyebut secara jelas dan gamblang peristiwa itu, karena saya tak ingin membuka terlalu jauh rahasia pergerakan politik saya dan teman-teman senior tentunya.
Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan Modal Usaha untuk Hamdani Warga Kota Banjarbaru
Setelah permainan pertama itu selesai, di mana Partai Demokrat Pimpinan AHY akhirnya bisa bebas melenggang ke Pemilu 2024, Jokowi ternyata tidak tinggal diam demi memuluskan rencana politik selanjutnya.
Partai Demokrat yang harusnya kembali bangkit untuk menjadi partai besar, ditahan oleh Jokowi hingga Partai Demokrat gagal untuk menjadi partai papan atas. Menurut hasil survei mayoritas lembaga-lembaga survei yang dirilis sebelum Pemilu 2024, Partai Demokrat suaranya akan naik secara signifikan di atas Partai Golkar.
Namun begitu Pemilu 2024 diselenggarakan, suara Partai Demokrat ternyata stagnan di angka 7% lebih. Ini semua karena suara Partai Demokrat nampaknya berhasil dialihkan ke Partai Golkar oleh tangan-tangan jahil operator istana.
Pun demikian pula dengan PDIP, suaranya harusnya mencapai 27% di Pemilu 2024 ini, akan tetapi suara PDIP malah hanya di atas 18%. Beruntung saja berkat militansi juang kader-kader PDIP, suara PDIP sebagian besar masih bisa diselamatkan, dan tak hanya itu PDIP pun masih menjadi partai pemenang Pemilu 2024 meski PDIP diganggu dan dihajar oleh istana dari berbagai penjuru mata angin.
Baca Juga: Jaga Kualitas Makanan WBP, Kasub Yantah Rutan Kelas IIB Sukadana Lakukan Kontrol Dapur
Jokowi memang pemain catur politik yang handal dan lihai, tegak lurus dengan kehandalan dan kelihaian sifat-sifatnya yang ternyata gemar mendustai dan menghianati banyak orang.