nasional

Tiga Tokoh di Jawa Timur Dianugerahi Gelar Pahlawan, Ini Tanggapan DPRD Kabupaten Nganjuk

Senin, 10 November 2025 | 20:14 WIB
Syaikhona Kholil, Abdurahman Wahid dan Marsinah (Kolase Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Tiga tokoh yang berasal dari Jawa Timur, dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional, oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, pada Senin (10/11/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ditetapkan di Jakarta 6 November 2025.

M Nasikul Koiri Abadi anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, turut bersyukur dan mengapresiasi atas anugerah yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga: Tagih Janji Bupati Nganjuk, Ratusan Ketua RT RW Geruduk Kantor DPRD Saat Hearing

"Tentu kami mengapresiasi atas dianugerahkannya ketiga tokoh Nasional yang berasal dari Jawa Timur, dengan bidang masing-masing. Saya pikir ketiga tokoh tersebut amat sangat layak sekali untuk dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional," kata pria yang akrab dipanggil Nasik, pada Senin (10/11/2025).

M Nasikul Koiri Abadi anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Istimewa)

Menurutnya, peran mereka bertiga sangat besar terhadap bangsa Indonesia, mulai dari pengorbanan hingga kepeduliannya, pada bidang masing-masing.

"Saya pikir apa yang dilakukan oleh ketiga tokoh itu, tidak ada yang bisa menyamainya apalagi melebihi peranan mereka bertiga," ucap anggota legislatif yang aktif dalam memberikan tanggapan diberbagai bidang ini.

Baca Juga: Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kediaman Anggota DPRD Nganjuk Kedatangan Ratusan Massa

Nasik mengambil contoh yakni sosok Presiden RI ke 4 Kiai Haji Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur yang dijuluki "Bapak Pluralisme" Indonesia yang bahkan dunia internasional juga mengakuinya.

"Jadi beliau (Gus Dur red) itu memberikan perhatian dan pembelaan terhadap kaum minoritas atau kelompok-kelompok minoritas tak terkecuali kaum marginal," tuturnya.

Tentu komitmen dan konsistensi atas keperdulian, perhatian dan pembelaan Gus Dur atas kelompok tersebut menjadi bukti nyata komitmennya dalam menegakkan Pancasila sila ke 5 yakni "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".

"Terlebih untuk Syaikhona Kholil, tentu tidak ada satupun warga bangsa negara ini yang meragukan peran beliau, terutama adalah sebagai tonggak utama pemberi restu berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)," ujarnya, kepada Nawacitapost.com.

Baca Juga: Serap Aspirasi Publik, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Nganjuk Digeruduk Ratusan Audiens

Halaman:

Tags

Terkini