NAWACITAPOST.COM - Mie instan telah menjadi makanan cepat saji favorit yang banyak disukai oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Apalagi di musim hujan seperti saat sekarang ini, mengonsumi mie instan dalam keadaan masih panas atau hangat jadi pilihan menarik.
Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar mie instan mengandung tinggi natrium dan monosodium glutamat (MSG), bahan tambahan makanan yang bertujuan meningkatkan rasa pada makanan olahan.
Meskipun MSG dianggap aman untuk dikonsumsi, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebutkan bahwa MSG memiliki potensi dampak terhadap kesehatan.
Ahli Gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya Tri Kurniawati, menyarankan agar konsumsi mie instan tidak melebihi 2 bungkus dalam seminggu. Hal ini disarankan karena mie instan cenderung mengandung tinggi lemak dan natrium, sementara rendah serat, vitamin, dan mineral.
Pola konsumsi mie instan yang berlebihan dapat berdampak negatif, seperti meningkatkan risiko obesitas abdominal dan hiperkolesterolemia.
Mengonsumsi mie instan sesekali tidak menjadi masalah, selama dilakukan dengan bijak dan diimbangi dengan pola makan yang sehat dan menyeluruh. Namun, tidak disarankan menjadikan mie instan sebagai makanan pokok atau mengonsumsinya setiap hari.
Baca Juga: Lezat Tak Terkalahkan, Berikut 5 Kuliner Terenak Madiun yang Bikin Ketagihan
"Pemenuhan kebutuhan nutrisi dari mie instan dapat diperoleh dengan menambahkan sumber nabati dan protein, seperti sayuran, telur, ayam, daging, dan protein lainnya," ungkap Tri, dikutip Selasa (30/1/2024).
Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya memilih mie instan yang rendah natrium atau terbuat dari biji-bijian, karena hal ini dapat meningkatkan nilai nutrisi pada mie instan. Menambahkan sayuran dan sumber protein saat menyajikan mie instan juga dapat menjadi alternatif sehat untuk menikmati hidangan ini.