NAWACITAPOST.COM - Di balik nama yang terkesan unik, Yasonna mengandung makna mendalam dari bahasa Nias, 'Yaso Nasa', yang artinya 'masih ada lagi'. Nama itu diberikan sebagai sebuah harapan dari ayahnya agar setelah kelahiran Yasonna, masih ada lagi adik-adik yang akan melengkapinya.
Sementara Hamonangan, bagian dari namanya dalam bahasa Batak, memiliki arti 'kemenangan', sedangkan Laoly merupakan marga dari masyarakat Nias.
Lelaki kelahiran 27 Mei 1953 ini merupakan perpaduan gen dari dua etnis yang berbeda. Ayahnya bersuku Nias, F Laoly, dan ibu bersuku Batak, R Sihite.
Baca Juga: Nikmati Keindahan Alam di Guci Tegal: Akses, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk yang Perlu Diketahui
Kenangan sebagai anak kolong membentuk dirinya menjadi pribadi yang mandiri, penuh empati, tegas, dan profesional. Sosok Yasonna mencuat sebagai figur yang menjunjung tinggi toleransi beragama.
Ia dikenal bersahabat dengan penganut semua agama, mengambil peran aktif dalam pembangunan gereja tanpa membedakan denominasi. Dengan kiprahnya dalam membantu pembangunan dari berbagai gereja tanpa membedakan denominasi gereja itu, Yasonna menjadi sosok yang pluralis.
"Sosok Yasonna Laoly bersahabat dengan semua agama. Beliau memiliki kiprah penting dalam membantu pembangunan dari berbagai gereja, tanpa membedakan dedominasi gereja," ujar pengamat politik Nusantara, Faigiziduhu Ndruru, Senin (29/1/2024).
Namun, Yasonna bukan hanya memiliki prestasi dalam ranah lokal. Sebagai Menteri Hukum dan HAM, ia mempromosikan kebebasan beragama di forum internasional.
Dalam sebuah pertemuan di Inggris, ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan umat muslim terbesar. Karena itu, Indonesia terus mendorong dan melindungi hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama.
Dengan jejak karir dan kepribadiannya yang mencerminkan toleransi, kepedulian, dan profesionalisme, Yasonna H. Laoly terus melangkah sebagai tokoh yang berintegritas di panggung nasional dan internasional.
Untuk diketahui, Yasonna H Laoly maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) 2024 di daerah pemilihan (Dapil) Sumatra Utara (Sumut) I. Dapil ini meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. Adapun total daftar pemilih tetap (DPT) dari dapil ini mencapai 3,89 juta.