Konsep "Tujuh Pilar Plus" yang diperkenalkan olehnya mencakup bidang pendidikan dan pelatihan, pembiayaan dan perbankan, pertanahan perpajakan, infrastruktur, tata ruang, serta hukum dan perizinan.
Selain peran pentingnya di dunia organisasi, Totok Lusida juga dikenal sebagai pengusaha properti sukses dengan beberapa perusahaan properti di bawah naungannya.
Proyek-proyek utamanya fokus pada properti komersial seperti hotel, mal, apartemen, perumahan, pergudangan, kawasan industri dan perdagangan, serta wahana rekreasi keluarga.
Riwayat pekerjaannya mencakup posisi sebagai Komisaris Utama dan Direktur Utama di berbagai perusahaan propertinya.
Baca Juga: Anak Buah Menkominfo Budi Arie Diduga Terima Suap Rp12 Miliar
Namun, kontribusinya tidak hanya terbatas pada ranah bisnis nasional, karena ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Narotama Tata Internasional, memperluas jejaknya di dunia internasional.
Selain kesuksesannya dalam dunia properti dan organisasi, Totok Lusida menunjukkan perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Indonesia, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Totok Lusida berkomitmen untuk mendorong perbankan memberikan kemudahan akses kredit kepada pelaku UMKM, dengan tujuan agar mereka tidak tergantung pada pinjaman online yang sering kali memberlakukan suku bunga dan tenor yang memberatkan.
Totok Lusida percaya bahwa kemudahan permodalan dapat memotivasi pelaku UMKM untuk berinovasi dalam produk-produk mereka.
Dengan demikian, diharapkan mereka dapat memproduksi karya yang berkualitas dan bersaing secara positif di pasar.
Selanjutnya, dengan berbagai prestasi dan kontribusinya, Totok Lusida diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pengayom bagi pengusaha properti anggota REI di seluruh Indonesia.