NAWACITAPOST.COM - Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Colossal Biosciences, kembali mencetak sejarah dengan menghadirkan kembali makhluk prasejarah: dire wolf, serigala purba yang telah punah selama lebih dari 12.500 tahun. Inovasi ini menjadi lompatan besar dalam dunia bioteknologi dan konservasi spesies.
Tiga ekor dire wolf berhasil dilahirkan pada Oktober tahun lalu, terdiri dari dua jantan bernama Remus dan Romulus—mengambil inspirasi dari mitologi pendiri Roma—serta satu betina bernama Khaleesi, yang dikenal dari serial "Game of Thrones".
Kelahiran ini baru diumumkan resmi oleh Colossal melalui kanal YouTube mereka pada 7 April 2025.
Kebangkitan dire wolf ini menjadi simbol kemajuan luar biasa dalam teknologi de-extinction.
Anak-anak serigala purba itu lahir dalam kondisi sehat dan kini tinggal di kawasan konservasi seluas 2.000 hektare yang dirancang khusus dan dipantau ketat oleh tim ahli.
Baca Juga: Unik! Di Kampung Ini 5.000 Ketupat Berjajar Sepanjang Satu Kilometer
Colossal memang dikenal ambisius dalam menghidupkan kembali spesies yang telah punah. Sebelumnya, mereka juga sukses menciptakan 'woolly mouse'—seekor tikus berbulu lebat berwarna emas hasil rekayasa genetika yang menyerupai mammoth berbulu. Inovasi ini diumumkan pada awal Maret lalu.
Tak hanya itu, Colossal juga berhasil mengkloning dua kelompok anak serigala merah, salah satu spesies paling langka di dunia, menggunakan teknik kloning non-invasif dari darah.
Dr. George Church, salah satu pendiri Colossal, menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar menghidupkan spesies yang telah punah, melainkan juga tentang menyelamatkan keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Langkah berani Colossal membawa pesan kuat: masa depan konservasi tak lagi sebatas melindungi, tapi juga bisa membangkitkan kembali.
Kebangkitan dire wolf bukan sekadar prestasi ilmiah, melainkan juga panggilan moral untuk lebih peduli terhadap bumi dan seluruh penghuninya.