NAWACITAPOST.COM - Industri penerbangan di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) terus menunjukkan dinamika yang menarik, dengan beberapa maskapai mencatatkan tingkat kesibukan yang tinggi. Berdasarkan data dari OAG Aviation per September 2024, Lion Air kembali menjadi maskapai tersibuk di kawasan ini.
Jumlah kursi yang tersedia dari maskapai-maskapai utama di ASEAN mencerminkan permintaan tinggi terhadap layanan penerbangan, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional. Dominasi maskapai asal Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina dalam daftar ini menggarisbawahi pertumbuhan industri penerbangan yang pesat di Asia Tenggara.
Dengan tingginya jumlah penerbangan dan kapasitas kursi yang disediakan, persaingan di antara maskapai semakin ketat. Selain itu, faktor seperti strategi harga, ekspansi rute, serta pemulihan pasca pandemi juga turut menentukan posisi maskapai dalam daftar ini.
Di samping maskapai, Indonesia juga mencatatkan jumlah kursi penerbangan terbanyak dibanding negara lain di ASEAN. Hal ini menunjukkan besarnya pasar penerbangan di Indonesia yang terus berkembang, didukung oleh mobilitas penduduk yang tinggi serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Berikut ini merupakan 9 maskapai tersibuk di kawasan ASEAN.
1. Lion Air - 3,16 juta kursi
Lion Air menempati posisi teratas sebagai maskapai tersibuk di ASEAN dengan jumlah kursi mencapai 3,16 juta. Sejak April 2024, Lion Air tidak pernah absen dari posisi puncak, mencerminkan tingginya permintaan layanan penerbangan di Indonesia dan kawasan sekitarnya.
2. AirAsia - 2,5 juta kursi
AirAsia berada di posisi kedua dengan 2,5 juta kursi. Maskapai asal Malaysia ini tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan berbiaya rendah di kawasan ASEAN.
3. Vietnam Airlines - 1,9 juta kursi
Sebagai maskapai nasional Vietnam, Vietnam Airlines menempati peringkat ketiga dengan 1,9 juta kursi. Maskapai ini memanfaatkan pemulihan industri penerbangan untuk meningkatkan operasionalnya.
4. Vietjet - 1,89 juta kursi
Vietjet, maskapai berbiaya rendah asal Vietnam, mencatatkan jumlah kursi sebanyak 1,89 juta. Dengan ekspansi rute agresif, maskapai ini terus meningkatkan kapasitas penerbangannya.
Artikel Terkait
Serap Aspirasi Warga, Agus Mashuri Janjikan Percepatan Pembangunan di Babat Jerawat
Danramil 0816/10 Balongbendo Dukung Peternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Perkuat Sinergitas, Lapas Labuhan Ruku Kunjungi BNNK Batubara
Malam Nisfu Syaban 1446 H: Jadwal dan Keutamaannya Menurut NU dan Muhammadiyah
7 Daerah dengan Jumlah Babi Terbanyak di Indonesia