Sistem ini digunakan untuk mendeteksi penipuan, mengevaluasi risiko, dan mendukung produk-produk BRI.
Selain itu, AI juga diintegrasikan ke dalam layanan pintar di semua lini, mulai dari back office hingga front office, tujuannya tak lain untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara menyeluruh.
Meskipun demikian, Arga tetap menekankan perlunya prinsip kehati-hatian dan governance dalam menggunakan AI agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan.
“AI memberikan benefit tapi jangan gelap mata dalam pemanfaatan AI. Kita menggunakan AI tetap harus melihat value yang dihasilkan,” pungkas Arga.
Artikel Terkait
BRI Borong Penghargaan di Top 100 CEO & The 200 Leader Future Forum 2024
Bersiap Menghadapi Libur Nataru, BRI Permudah Pengisian Saldo BRIZZI
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan dengan KUR untuk 3,7 Juta Debitur
BRI Perluas Program QRIS UMI, Bebaskan Biaya MDR untuk Transaksi UMKM