NAWACITAPOST.COM - Kementerian Sosial memeriksa kondisi IWAS (22), seorang penyandang disabilitas yang kini tengah menjadi tersangka kasus pelecehan fisik di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Senin (02/12/2024).
“Hari ini kami akan mengunjungi IWAS dan melihat kondisinya,” ujar Yodha Wahdiat Setiawan, Pekerja Sosial Ahli Pertama Sentra Paramita Mataram.
Diketahui IWAS merupakan seorang penyandang disabilitas fisik yang tidak memiliki kedua tangannya sejak lahir. Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan IWAS menjadi tersangka setelah menerima laporan rudapaksa.
Pasca penetapan status sebagai tersangka, saat ini IWAS sedang menjalani tahanan rumah.
Menanggapi hal tersebut, Kemensos bersama seorang psikolog klinis menjumpai IDWS dan pendamping korban rudapaksa untuk melihat langsung kondisi mereka. Tak hanya sekali, Kemensos juga akan memantau kondisi mereka secara berkala baik secara langsung maupun melalui pendamping.
Baca Juga: Rayakan Hari Disabilitas Internasional, Kemensos Selenggarakan Lomba untuk Para Disabilitas
Selain itu, Kemensos juga berkoordinasi dengan Polda NTB dan Dinas Sosial Kota Mataram guna mengawal proses hukum yang berlaku.
Artikel Terkait
Dua Pekan Pascaerupsi, Kemensos Salurkan Bantuan ke 1.105 Penyintas di Pengungsian Mandiri
BNPB-Kemensos Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana di Indonesia
Kemensos dan Badan Gizi Nasional Jajaki Kerjasama Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Pergeseran Tanah Landa Kabupaten Cianjur, Kemensos Evakuasi Warga dan Beri Bantuan Logistik
Rayakan Hari Disabilitas Internasional, Kemensos Selenggarakan Lomba untuk Para Disabilitas