NAWACITAPOST.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, fokus pemberdayaan BRI tertuju pada petani mangga di daerah pedesaan, khususnya di Desa Botolinggo, Kecamatan Botolingo, Bondowoso, Jawa Timur.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bimbingan intensif, BRI berhasil membantu para petani lokal, termasuk Abu Sufyan, meningkatkan taraf hidup mereka. Desa Botolinggo, mangga alpukat menjadi komoditas unggulan.
Buah mangga ini memiliki ciri khas unik, dengan daging buah yang manis, kadar air rendah, dan tekstur yang lembut. Cara menikmatinya pun berbeda, daging buah bisa disendok seperti alpukat, yang membuatnya diminati baik di pasar lokal maupun luar daerah. Keunggulan ini membawa dampak positif bagi ekonomi desa, terutama bagi Abu Sufyan, seorang petani yang telah lama menekuni budidaya mangga alpukat.
Abu Sufyan mengenal program BRI melalui kelompok tani lokal, Kelompok Sumber Mangga. Ia kemudian memanfaatkan fasilitas KUR dari BRI sebagai modal awal untuk meningkatkan produktivitas kebun mangganya. Modal tersebut digunakan untuk membeli bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian, yang berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas hasil panen.
Baca Juga: Sunarso Raih Gelar CEO Terbaik Berkat Kepemimpinan di Pembiayaan Berkelanjutan
Dukungan yang diberikan BRI bukan hanya dalam bentuk pembiayaan. Abu dan rekan-rekannya mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi pembayaran modern seperti QRIS dan aplikasi BRImo. Hal ini membantu para petani, termasuk Abu, dalam memasarkan produk secara lebih luas dan efisien, baik secara langsung maupun daring.
“BRI sangat membantu usaha saya. Prosesnya cepat, dan saya juga dibimbing untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Transaksi jual beli jadi lebih praktis dan efisien dengan BRImo,” ujar Abu Sufyan, dikutip Senin (25/11/2024).
Berbekal bimbingan yang diterima dari BRI, Abu kini mampu menjual produk mangganya hingga ke luar daerah, seperti Jakarta. Selain itu, meskipun penjualan masih banyak dilakukan secara lokal, keberhasilan pemasaran daring menambah pendapatan keluarganya.
Dengan pendapatan bersih mencapai puluhan juta rupiah per bulan, Abu telah memperluas lahan pertanian hingga hampir 5 hektar. Ia juga berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 10 orang warga setempat yang membantu dalam berbagai proses, mulai dari perawatan pohon mangga, pemetikan, hingga pengemasan.
Baca Juga: Viral! Momen Karyawan Bank BRI Berinteraksi dengan Nasabah Penyandang Disabilitas, Netizen Terharu
Peningkatan ini memungkinkan Abu untuk memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya dan memperkuat ekonomi keluarganya. Keberhasilan Abu Sufyan menjadi bukti bagaimana kolaborasi antara lembaga keuangan dan petani lokal dapat membawa perubahan nyata. Senior Executive Vice President Ultra Mikro BRI, M Candra Utama, menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan pendampingan yang tepat untuk memberdayakan petani.
Menurutnya, Abu adalah contoh nyata dari kesuksesan kemitraan ini, di mana teknologi tidak hanya meningkatkan skala usaha, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Abu Sufyan adalah contoh nyata bagaimana inovasi, teknologi, dan kolaborasi dapat mengubah kehidupan. Melalui kemitraan dengan BRI, kami ingin melihat lebih banyak petani yang bukan hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi di wilayahnya, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan pendampingan yang tepat, kami percaya usaha seperti yang dijalankan Abu Sufyan tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang lebih besar, membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Sosialisasi dan Bakti Sosial Kantor Imigrasi Belawan Kepada Masyarakat di Perbatasan
Kemenkumham Sumsel Pegang Teguh Asas Netralitas Selama Pilkada 2024
Jaga Profesionalisme Notaris, Kadiv Yankumham Kanwil Kemenkumham NTB Hadir di Sumbawa
Tak Hadir Tes Kesehatan, 28 Peserta Seleksi CPNS Kemenkumham di NTB Gugur
Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham NTB Minta Penanaman Sayur di Lapas Sumbawa Terus Digiatkan