Rabu, 29 Juli 2026

Momentum Hari Pahlawan, Walikota Blitar Santoso Meresmikan Pemasangan Relief Supriadi Di Monumen PETA

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 11 November 2024 | 20:36 WIB

Momentum Hari Pahlawan, Walikota Blitar Santoso Meresmikan Pemasangan Relief Supriadi Di Monumen PETA

NAWACITAPOST.COM- Bertepatan peringatan Hari Pahlawan Walikota Blitar Santoso, melakukan peletakan batu pertama pemasangan relief di Monumen PETA (Pasukan Pembela Tanah Air) pada Minggu ( 10/11/2024 ). Pemasangan Relief untuk melengkapi kompleks Monumen PETA yang terletak di Jalan Sudancho Supriadi Kota Blitar. Relief ini berfungsi sebagai Museum PETA untuk mengenalkan masyarakat pada sosok Pahlawan Supriadi yang dikenal atas keberaniannya dalam membela Tanah Air.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita menandai pemasangan relief ini menggambarkan sejarah perjuangan Pahlawan PETA dari Blitar, yaitu Pahlawan Supriadi. Proses ini sudah kita mulai, dan hasil karyanya bisa Anda lihat hari ini. Pemahatnya adalah seniman asli Kota Blitar, Pak Bondan Widodo,” ujar Walikota Santoso.

Lebih lanjut Santoso menjelaskan bahwa pemasangan relief ini merupakan tahap awal dari upaya melengkapi pada Museum PETA. Rencananya, gedung bekas sekolah di belakang Monumen PETA akan diisi dengan diorama yang menceritakan sejarah pemberontakan Pasukan PETA saat melawan penjajahan Jepang.

“Setelah relief ini selesai, kami akan mengisi ruang-ruang kosong dengan diorama. Karena ini adalah cagar budaya yang penting, kita harus mengisinya dengan sejarah yang menggambarkan masa kecil Pahlawan Supriadi hingga perjuangannya melawan Jepang. Semua itu akan divisualisasikan di museum ini,” jelasnya.

Walikota Santoso menambahkan bahwa pelengkapan elemen-elemen sejarah di Museum PETA diharapkan dapat meningkatkan daya tarik para wisatawan. Lebih penting lagi, museum PETA ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai keberanian dan pengorbanan yang diwariskan para pahlawan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tidak lepas dari pengorbanan Pahlawan Supriadi, yang menjadi inspirasi bagi para pemimpin bangsa untuk memerdekakan Indonesia. Itu semua berpuncak pada Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Ir. Sukarno pada 17 Agustus 1945,” tambahnya.

Santoso menegaskan dan menggarisbawahi bahwa keberanian Supriadi menginspirasi arek-arek Surabaya dengan gagah berani melawan pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya pasca-kemerdekaan pada 10 November 1945. Itulah sebabnya tanggal 10 November 1945, hari ini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Keberanian Pahlawan Supriadi asal Blitar ini patut diteladani. Semangat nasionalisme dan patriotisme yang dimiliki oleh para pahlawan kita harus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka tetap menghargai perjuangan para pendahulu,” tegas Walikota.

Pembangunan relief ini pun dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, yang disini menggandeng Seniman Spesialis Pembuat Patung Bung Karno, Bondan Widodo.

Sementara itu Bondan Widodo menjelaskan bahwa relief Monumen Peta akan memberikan cerita kepada para pengunjung. Dan dalam membuat reliefnya dirinya menggali berbagai sumber sejarah seperti salah satunya dalam buku Cindy Adam, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Dan rupanya sejarah pemberontakan pasukan PETA melawan jepang yang dipimpin Supriadi memiliki rentetan keterpautan dengan 3 icon penting di Kota Blitar, seperti Istana Gebang, Makam Bung Karno, dan Museum PETA yang dulu menjadi bekas markas pasukan PETA.

“Jadi lokasinya di telaga yang sekarang belakang Gereja Santo Yusup itu Supriadi mohon restu untuk memberontak ke Bung Karno. Supriadi bilang, ‘Bung kita sudah kepalang kosong daripada menjadi tikus setahun lebih baik menjadi harimau sehari’. Lalu Bung Karno bilang ‘Ya sudah anak muda selamat berjuang’ lalu disambung lagi Supriadi ‘Sudahlah bung seandainya pemberontakan ini gagal kami tidak akan menyebut nama bung,” ujar Bondan.

Penulis : Frins Maurins

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini