Minggu, 19 Juli 2026

Hadiri Sidang Raya PGI XVIII, Menteri Agama Tegaskan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Beragama

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 8 November 2024 | 18:54 WIB
Prof Nasaruddin, saat menghadiri pembukaan Sidang Raya XVIII PGI di Kete Kesu, Toraja, Sulawesi Selatan.  (Istimewa)
Prof Nasaruddin, saat menghadiri pembukaan Sidang Raya XVIII PGI di Kete Kesu, Toraja, Sulawesi Selatan. (Istimewa)

NAWACITAPOST. COM - Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya tiga aspek dalam beragama, yaitu myth (mitos dalam arti positif), logos, dan etis. Hal itu disampaikan Prof Nasaruddin, saat menghadiri pembukaan Sidang Raya XVIII PGI di Kete Kesu, Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (8/11/2024),

"Saya mengajak kita semua konsisten mengajarkan agama masing-masing tanpa distorsi, mengedepankan nilai-nilai etis," kata Prof Nasaruddin.

Ia juga menambahkan, diperlukan semacam doktrin untuk menanamkan rasa cinta dalam keberagaman. "Sebagai bangsa Indonesia yang pluralis, kita harus menanamkan Bhinneka Tunggal Ika dan rasa cinta satu sama lain, " katanya.

Ia mengungkapkan bahwa negara-negara di dunia perlu mengajarkan bahwa perbedaan adalah anugerah yang membawa damai. "Indahnya ciptaan Tuhan seharusnya tercermin dalam indahnya masyarakat Tuhan," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Baca Juga: Pramono Anung Dorong Pembangunan SPBU Apung di Kepulauan Seribu

Menteri Agama juga mendukung pandangan Pdt. Gomar Gultom tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari praktik beragama. "Jika kita konsisten menjalankan ajaran agama, otomatis kita akan menjaga alam juga," imbuhnya.

Menutup sambutannya, Prof. Nasaruddin menyatakan bahwa Kementerian Agama adalah kementerian bagi semua agama di Indonesia, bukan hanya untuk satu agama tertentu.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, menyampaikan harapan agar umat beragama dapat beribadah dan mendirikan tempat ibadahnya tanpa gangguan. Ia juga berharap Prof Nasaruddin terus menjaga pluralisme.

"Harapan kami bahwa tidak ada umat beragama yang boleh dicederai dalam menjalankan ibadah maupun membangun tempat ibadahnya," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 27 November 2024 sebagai Hari Libur Nasional    

Ketua Panitia Sidang Raya XVIII, Pdt. Musa Salusu, juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan Gereja Toraja dan panitia dalam menyelenggarakan sidang ini. Uskup Agung Makassar, Monsenyiur Fransiskus, turut memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta sidang.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini