NAWACITAPOST.COM - Ciputra Group resmi mengumumkan rencana ambisius mereka untuk ikut serta dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Raksasa properti ini telah berkomitmen untuk membangun perumahan skala kota seluas 300 hektar di kawasan tersebut.
Direktur Ciputra Group, Agussurja Widjaja mengatakan, proyek ini akan berlokasi di Wilayah Perencanaan (WP) 2 IKN. Selain pengembangan perumahan (residensial), Ciputra Group juga berencana membangun fasilitas penunjang seperti lapangan golf bertaraf internasional, serta fasilitas untuk meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE), dan area komersial.
Meskipun demikian, realisasi pembangunan masih menunggu konfirmasi jadwal dari Otorita IKN (OIKN). Proyek Ciputra ini menjadi bagian dari upaya lebih luas pemerintah untuk menarik investasi besar ke IKN.
Pada hari yang sama, OIKN mengadakan diskusi terkait lahan potensial dengan sejumlah calon investor di Auditorium Kementerian PUPR. Ada 11 investor pelopor yang hadir dalam pertemuan ini, yang difokuskan pada pengembangan lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Baca Juga: Dilantik Sebagai Sekjen Kemenkumham, Berikut Profil Nico Afinta
OIKN tidak hanya mengundang perusahaan besar seperti Ciputra, tetapi juga membuka peluang investasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta badan usaha perseorangan. Dari total 493 lahan yang tersedia di KIPP, sebanyak 101 lahan telah diprioritaskan untuk penawaran kepada UMKM.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa UMKM dapat mengakses peluang investasi ini melalui portal digital bernama INVESTARA. Alokasi lahan untuk setiap UMKM akan dibatasi hingga satu hektar. Mekanisme investasi ini akan dipermudah dengan adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan akan disusun sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN.
Selain itu, insentif perpajakan dan kemudahan berusaha akan ditawarkan kepada para pelaku UMKM dan investor pelopor sesuai dengan regulasi yang berlaku. Plt. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh partisipasi UMKM dalam pembangunan IKN.
"Kami tidak sekadar menjual tanah, melainkan mengundang semua pihak untuk berinvestasi di Nusantara," ujarnya.
Baca Juga: 10 Tahun Jokowi: Petani Gurem Meningkat, SPI Kritik Reforma Agraria
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan proses investasi dan terus mendorong UMKM untuk maju dan berkembang. Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, IKN diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, melibatkan tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM yang akan menjadi penggerak ekonomi di masa depan.
Proses kerja sama untuk investasi UMKM di IKN akan dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dan pembangunan diharapkan dimulai paling lambat 18 bulan setelah perjanjian tersebut. Selain itu, Basuki juga menyebutkan bahwa OIKN akan terus mempercepat proses investasi sesuai dengan aturan yang berlaku, mengingat tingginya minat dari berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN.
Pemerintah optimis bahwa proyek-proyek besar ini, termasuk kontribusi dari Ciputra Group, akan menjadi katalisator bagi kemajuan Nusantara sebagai ibu kota baru yang modern dan ramah bagi investor. Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta kolaborasi antara sektor swasta dan UMKM, IKN siap menjadi wajah baru Indonesia yang mencerminkan semangat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Ciputra Hospital Surabaya Resmi Dibuka, Siap Berikan Pelayanan Kesehatan Premium
Ciputra Group Kembangkan CitraLand Gresik Kota, Hunian Eksklusif dengan Konsep Lakefront Living
Ciputra Group Cetak Prestasi di Ajang Jawa Pos 7 Most Popular Brand of the Year 2024
Tangan Dingin Budiarsa Sastrawinata Pimpin Ciputra Group Berbuah Penghargaan Bergengsi Nawacita Awards 2024
5 Pengembang Properti Terbesar Indonesia di Akhir 2024, Ada Ciputra Group