Baca Juga: Dirjen Imigrasi Luncurkan Penerbitan Paspor Elektronik di KJRI Frankfurt
Memperhatikan karakter Prabowo yang pemaaf, tampaknya dia akan memilih opsi kedua, memaafkan namun tetap menyimpan catatan hitam pada Gibran. Jika Prabowo sudah memberikan catatan hitam pada Gibran, sikap politik Prabowo terhadap Gibran dan Jokowi ke depan tentu akan berbeda dari sebelumnya. Mungkinkah karena ini, Prabowo akan segera melakukan pertemuan khusus dengan Megawati Soekarnoputri?
Luka fisik mungkin mudah diobati, tetapi luka hati sangat sulit disembuhkan. Gibran, mulai saat ini, nampaknya harus belajar sungguh-sungguh untuk menjaga lisannya jika tak ingin bermasalah lagi dengan banyak orang. Salamatul insan fi hifdzil lisan. Keselamatan manusia bergantung pada kemampuannya menjaga lisan.
Para pendukung Jokowi yang tersisa dan bisa dihitung dengan jari mungkin saja melupakan kesalahan tragis Gibran ini, tetapi Prabowo, sebagai manusia biasa yang sangat mencintai anak satu-satunya, tentu tak akan mudah melupakannya. Karena itulah mengapa sikap Partai Gerindra terhadap Jokowi belakangan ini mulai berbeda dari biasanya.
Penulis: Saiful Huda Ems (SHE)
Lawyer dan Analis Politik
Artikel Terkait
OPINI: Obor Api Perjuangan PDIP yang Tak Pernah Padam
OPINI: Harun Masiku Kasus Kecil yang Dibesar-besarkan!
Kanwil Kemenkumham NTB Siap Lanjutkan Tren Positif Raih Opini WTP
OPINI: Pencegahan KDRT Melalui Pendampingan Stake Holder di Desa Dilem, Mojokerto
OPINI: Mengintip Keterlibatan Anak Presiden dalam Skandal IUP di Halmahera