Minggu, 19 Juli 2026

Pakar Ungkap Peran Vital Aspek Sosial dalam Strategi ESG Perusahaan di Indonesia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 12 Agustus 2024 | 10:32 WIB
7th Global Conference: ESG Management & Sustainability yang diadakan oleh Center for Environmental and Social Governance Studies (CESGS) di Universitas Airlangga (Unair).  (Istimewa)
7th Global Conference: ESG Management & Sustainability yang diadakan oleh Center for Environmental and Social Governance Studies (CESGS) di Universitas Airlangga (Unair). (Istimewa)

Baca Juga: Andika Perkasa Unggul Telak, Elektabilitas Kaesang Pangarep Terus Merosot Jelang Pilgub Jateng 2024

NAWACITAPOST.COM – Dalam perhelatan 7th Global Conference: ESG Management & Sustainability yang diadakan oleh Center for Environmental and Social Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (Unair), pentingnya integrasi aspek sosial dalam strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan menjadi topik utama yang diangkat.

Konferensi ini menegaskan bahwa ESG bukan hanya soal keberlanjutan lingkungan, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memberi dampak positif yang inklusif pada masyarakat sekitar.

Salah satu sorotan dalam acara ini adalah presentasi dari Stella Septania, Anggota Dewan Pengurus Nasional The Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP), yang menekankan bahwa aspek sosial dalam ESG harus lebih dari sekadar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Aspek sosial tidak hanya tentang program pengembangan masyarakat, tetapi bagaimana perusahaan dapat menciptakan nilai bersama yang memberi manfaat bagi semua pemangku kepentingan," ujar Stella dalam sesi diskusi panel bertajuk “Managing Social Issues in Corporation”, dikutip Senin (12/8/2024).

Baca Juga: Andika Perkasa Unggul Telak, Elektabilitas Kaesang Pangarep Terus Merosot Jelang Pilgub Jateng 2024

Dalam diskusi tersebut, Stella juga membahas pentingnya human touch dalam strategi ESG perusahaan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan harus menjadi bagian integral dari perencanaan ESG, mengingat betapa beragamnya latar belakang sosial dan budaya di Indonesia.

"Pengelolaan aspek sosial yang baik bukan hanya meningkatkan reputasi perusahaan, tetapi juga menciptakan kondisi operasional yang lebih stabil melalui perolehan social license to operate," tambahnya.

Beberapa poin penting yang diangkat dalam diskusi antara lain keadilan sosial, keberagaman, inklusivitas, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Stella menekankan bahwa komunikasi yang baik dan pemahaman terhadap budaya lokal sangat penting dalam mengelola aspek sosial di Indonesia, yang memiliki kompleksitas dan keragaman yang tinggi.

Baca Juga: Kronologi Terungkapnya Keterlibatan Nama Bobby Nasution dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Blok Medan

Konferensi yang berlangsung di ASEEC Tower – Universitas Airlangga, Surabaya ini berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Agustus 2024, dan menghadirkan para ahli dari berbagai negara termasuk Indonesia, Korea, Malaysia, Singapura, dan India.

Kehadiran para akademisi dan praktisi bisnis dari berbagai negara ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya ESG di Indonesia dan kawasan Asia. Melalui acara ini, semakin jelas bahwa perusahaan diharapkan untuk menjadikan ESG sebagai bagian integral dari strategi bisnis mereka, dengan tujuan akhir untuk berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini