NAWACITAPOST.COM - Mohamad Sohibul Iman, nama yang mungkin sudah tak asing lagi di dunia politik dan akademis Indonesia. Ia memiliki perjalanan karir yang sangat beragam dan inspiratif.
Setelah meraih gelar sarjana di Waseda University, Sohibul bekerja sebagai penyiar radio NHK, Jepang. Meskipun hanya berlangsung dua tahun, pengalaman ini menjadi landasan penting dalam membentuk karakter dan disiplin kerja Sohibul.
Pria kelahiran Tasikmalaya, 5 Oktober 1965 itu, kemudian melanjutkan pendidikan S-2 di Takushoku University. Ia berhasil meraih gelar Master of Engineering pada tahun 1994.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman dari Jepang, Sohibul pulang ke Indonesia dan bergabung dengan Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) sebagai peneliti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karirnya di bidang penelitian berlanjut ketika ia bergabung dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1998.
Baca Juga: Penyebab Krisis Air Bersih Melanda Gili Meno dan Gili Trawangan, Ratusan Hotel Terancam Tutup
Di masa reformasi, Sohibul terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Keadilan (PK) sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH. Namun, karena aturan yang melarang pegawai negeri sipil menjadi pengurus partai, ia memilih keluar dari PK dan fokus pada karir penelitiannya.
Pada tahun 2005, Sohibul melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar Ph.D. dari Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST). Karir akademis Sohibul mencapai puncaknya ketika ia diangkat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada tahun 2005.
Selama dua tahun menjabat, Sohibul berhasil membawa perubahan signifikan dalam lingkungan akademis universitas tersebut. Namun, keinginannya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat membuatnya kembali terjun ke dunia politik pada tahun 2009.
Karena itu, Sohibul kembali bergabung dengan PKS dan terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta II, pada 2009. Ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi XI dan Wakil Ketua Fraksi PKS bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi (Ekuintek).
Pada tahun 2013-2014, Sohibul ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Anis Matta. Setahun kemudian, ia naik ke pucuk pimpinan PKS dan menjadi Presiden PKS pada tahun 2015 hingga 5 Oktober 2020.
Di bawah kepemimpinannya, PKS mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah suara dan kursi di parlemen. Selama karirnya, Sohibul tidak hanya aktif di dunia politik dan akademis, tetapi juga terlibat dalam berbagai organisasi profesional dan sosial.
Ia mendirikan dan menjadi penasehat di berbagai lembaga seperti Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI), Yayasan Inovasi Teknologi (YIT), dan masih banyak lagi. Dengan latar belakang yang kuat di bidang akademis dan teknologi, serta pengalaman luas di berbagai sektor, Sohibul terus berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Jadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta
Artikel Terkait
Pengamat Ungkap Profil Ideal Calon Gubernur DKI Jakarta
Profil Alexandra Askandar, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri yang Tengah Diterpa Kasus Perceraian
Profil Hendro Gondokusumo, Dirut Intiland Development: Raja Properti Indonesia dengan Kekayaan Rp7,39 Triliun
Profil Presiden Direktur Baru PT Lippo Cikarang Tbk: Gita Irmasari
Profil Jeffry CT: Dari Jualan di Pasar Malam, Sukses Jadi Presdir Pabrik Cat Terkenal