NAWACITAPOST.COM - Presiden Dunia FIABCI, Budiarsa Sastrawinata, telah mengusulkan gagasan inovatif untuk mengatasi kemiskinan global melalui pembangunan perumahan yang terjangkau. Pernyataan ini disampaikannya saat berbicara dalam Partnership Forum of the Economic and Social Council 2024 (ECOSOC) yang diadakan di Markas Besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), New York, pada Selasa, 30 Januari 2024.
Menurutnya, konsep perumahan yang terjangkau harus mencakup banyak aspek, yang berbeda-beda antar wilayah dan lanskap ekonomi. Sehingga, menurut Budiarsa, hal ini penting untuk dikembangkan dalam kerangka kerja global dengan beragam definisi dan pendekatan.
"Dalam hal ini, saya memberikan rekomendasi kebijakan dan advokasi kebijakan global untuk perumahan yang terjangkau, dengan menekankan prinsip keberlanjutan secara finansial dan sosial," kata Budiarsa, dikutip Minggu (5/5/2024).
Kebijakan yang direkomendasikan Budiarsa tersebut melibatkan kerja sama pemerintah-swasta, teknologi konstruksi inovatif, dan strategi pemeliharaan. Ia juga menekankan perlunya pendekatan holistik dan berkelanjutan yang mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan komunitas dan kota secara lebih luas, yang mendorong persaingan, inovasi, dan keunggulan pasar.
Baca Juga: Binus University Ikut Meriahkan Nusantara Awards 2024 dengan Penampilan BeeLintang
Budiarsa diundang untuk berkontribusi pada diskusi panel mengenai aksi nyata untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Nomor 1, yang menekankan pada "Memperkuat Agenda 2030 dan Memberantas Kemiskinan di Masa Krisis: Memberikan Solusi Berkelanjutan, Berketahanan, dan Inovatif." Diskusi ini membahas tiga tren utama, yaitu konsentrasi kemiskinan dan kesenjangan geografis, meningkatnya konflik, serta transformasi demografis.
Selain Budiarsa, pembicara lainnya adalah Presiden Kelompok Pengusaha Meksiko Coparmex dan Ketua CompuSoluciones Jose Medina Moraicaza, Walikota Mount Vernon, NY, dan Perwakilan untuk Kelompok Mayoritas Otoritas Lokal Shawyn Patterson-Howard.
Selanjutnya, ada Direktur Eksekutif Women First International Fund Emily Forhman, Rapporteur Khusus PBB tentang Hak Asasi Manusia untuk Pengungsi Intern (IDPs) Paula Gaviria, CEO Digital Green Rikin Gandhi, dan Direktur di Center for Sustainable Development, Columbia University, Jeffrey Sachs.
Artikel Terkait
Profil Budiarsa Sastrawinata, Pengembang Properti Visioner di Panggung Internasional
Ciputra Artpreneur: Sebuah Oase Seni dan Budaya Terkemuka di Jakarta
Ciputra Development Bidik Target Marketing Sales Rp11,1 Triliun pada 2024, Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Faigiziduhu Ndruru: Indonesia Patut Bangga, Perusahaan Properti Banyak Peduli Budaya Nusantara!
Totok Lusida: Penggerak Utama di Industri Properti Indonesia